Warga Pulau Seraya harap pemerintah bangun pelantar
Sabtu, 26 Mei 2018 6:48 WIB
Dokumentasi Dermaga KUD Tanjungpinang, salah satu infrastruktur yang sudah dibangun. (Antaranews Kepri/Aji Anugraha)
Batam (Antaranews Kepri) - Warga Pulau Seraya, Kecamatan Sekupang Kota Batam Kepulauan Riau berharap pemerintah membangun pelantar yang lebih memadai untuk membantu akses menuju pulau utama.
Ketua RT Pulau Seraya, Jaelani di Batam, Jumat menyatakan saat ini pelantar utama di Pulau itu dalam kondisi tidak memadai, dan perlu pembangunan lebih baik.
Selain kondisi pelantar, ia mengatakan pembangunan di pulau penyangga itu sudah lebih bagus sejak Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad memimpin Batam.
Apalagi, pemerintah telah memutuskan untuk membangun Puskesmas Pembantu di sana pada tahun anggaran 2018.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyatakan senang dengan semangat yang ditunjukan masyarakat dalam pembangunan kota.
"Saya harap tetap seperti ini, pemerintah dan masyarakat satu pemikiran. Kalau sudah sejalan, banyak yang bisa dilakukan untuk membenahi kota dan kampung kita," kata dia.
Terkait permintaan warga, ia berjanji akan memenuhinya tahun ini juga melalui APBD Perubahan, bila dana yang ada menyukupi.
Namun, bila tidak, maka akan dimasukan dalam usulan masyarakat untuk APBD tahun berikutnya. Nanti, pemerintah akan memutuskan berdasarkan prioritas.
Dan sebagai alternatif, masyarakat bisa menggunakan dana Pemberdayaan Masyarakat Percepatan Infrastruktur Kelurahan yang disiapkan pemerintah. Jumlahnya mencapai Rp1,1 miliar untuk tiap kelurahan.
Rencananya, tahun depan pemerintah akan menambah dana PM PIK menjadi Rp1,3 miliar untuk tiap kelurahan.
Ia mengatakan dana PM PIK bisa digunakan masyarakat untuk segala kebutuhan infratruktur sesuai dengan hasil kesepakatan bersama, seperti jalan lingkungan, drainase termasuk pelantar.
Ketua RT Pulau Seraya, Jaelani di Batam, Jumat menyatakan saat ini pelantar utama di Pulau itu dalam kondisi tidak memadai, dan perlu pembangunan lebih baik.
Selain kondisi pelantar, ia mengatakan pembangunan di pulau penyangga itu sudah lebih bagus sejak Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad memimpin Batam.
Apalagi, pemerintah telah memutuskan untuk membangun Puskesmas Pembantu di sana pada tahun anggaran 2018.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyatakan senang dengan semangat yang ditunjukan masyarakat dalam pembangunan kota.
"Saya harap tetap seperti ini, pemerintah dan masyarakat satu pemikiran. Kalau sudah sejalan, banyak yang bisa dilakukan untuk membenahi kota dan kampung kita," kata dia.
Terkait permintaan warga, ia berjanji akan memenuhinya tahun ini juga melalui APBD Perubahan, bila dana yang ada menyukupi.
Namun, bila tidak, maka akan dimasukan dalam usulan masyarakat untuk APBD tahun berikutnya. Nanti, pemerintah akan memutuskan berdasarkan prioritas.
Dan sebagai alternatif, masyarakat bisa menggunakan dana Pemberdayaan Masyarakat Percepatan Infrastruktur Kelurahan yang disiapkan pemerintah. Jumlahnya mencapai Rp1,1 miliar untuk tiap kelurahan.
Rencananya, tahun depan pemerintah akan menambah dana PM PIK menjadi Rp1,3 miliar untuk tiap kelurahan.
Ia mengatakan dana PM PIK bisa digunakan masyarakat untuk segala kebutuhan infratruktur sesuai dengan hasil kesepakatan bersama, seperti jalan lingkungan, drainase termasuk pelantar.
Pewarta : YJ Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas dan Kedubes Inggris perkuat kerja sama penanganan darurat WNA di Pulau Bintan
20 January 2026 19:13 WIB
Tim SAR gabungan cari pekerja yang hilang terseret arus di perairan Pulau Poto
20 January 2026 13:52 WIB
Imigrasi Belakangpadang dekatkan layanan permohonan paspor untuk warga pulau
13 January 2026 17:01 WIB
Bencana Sumatera, Pemprov Kepri salurkan bantuan Rp3,6 miliar untuk korban
22 December 2025 12:14 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB