BP Batam kerjasama dengan pengembang atasi ruli
Rabu, 29 Agustus 2018 10:01 WIB
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)
Batam (Antaranews Kepri) - Batam Pengusahaan (BP) Batam bekerjasama dengan pengembang untuk membangun hunian bagi para masyarakat Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang menetap di rumah liar atau ruli.
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Rabu, mengatakan untuk mengatasi hal tersebut pihaknya tidak ingin sekadar memindahkan warga yang menetap di rumah liar ke Lavling Siap Bangun (KSB) atau dengan memberikan ganti rugi.
Tapi, BP Batam bersama Pemkot Batam sepakat akan menata pemukiman bagi masyarakat yang dahulunya menetap di ruli.
"Saat ini kami (BP dan Pemkot Batam) sedang melakukan pembahasan dengan berbagai developer yang memiliki KSB dan kita akan kerjasama agar rumah mereka bangun dapat menampung masyarakat yang menetap di ruli," kata Lukita.
Dengan begitu, lanjut Lukita, lokasi yang ditempati nantinya lebih tertata dan representatif. Selain itu, kata Lukita, pihaknya bersama Pemkot Batam akan melengkapi pemukiman tersebut dengan fasilitas umum dan sosial.
"Ini solusi yang lebih baik daripada sekadar memberikan ganti rugi dan dilepas begitu saja, karenan nanti bisa saja mereka kembali membangun (ruli)," papar Lukita.
Nantinya dalam hal kepemilikan hunian yang disediakan, BP dan Pemkot Batam akan melibatkan pihak Perbankan. Namun lanjut Lukita, hal tersebut tidak bisa dilakukan sesegera mungkin karena diperlukan waktu untuk melakukan pendekatan dengan pihak developer serta perbankan.
Sebelumnya, Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menargetkan pembangunan seribu unit rumah murah pada 2018 guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Batam.
Ketua DPD REI khusus Batam, Ahyar Arfan, mengatakan saat ini segmen penjualan rumah non subsidi menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga para developer di Kota Batam beralih untuk membangun rumah bersubsidi.
Selain itu kata Ahyar, tahun ini REI telah mendapatkan dukungan dari beberapa pihak dalam pembangunan rumah murah. Salah satunya PLN Batam yang memberikan penyambungan listrik dengan daya enam ampere.
Hal itu kata Ahyar sangat membantu para developer untuk menjual hunian dengan harga yang lebih murah.
Selain itu perbankan salah satunya BTN telah memberikan dukungan penuh kepada para developer untuk penjualan rumah murah.
Saat ini REI khusus Batam sedang mengupayakan agar PT Adhya Tirta Batam (ATB) mengikuti langkah PLN Batam yang bersedia menyambungkan listrik dengan daya rendah ke rumah murah.
Karena, lanjut Ahyar, salah satu yang membuat harga jual rumah tinggi disebabkan biaya untuk menyambung listrik dan air cukup mahal.
Sehingga para developer kesulitan untuk memasarkan pemukinan yang telah dibangun dengan harga terjangkau.(Antara)
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Rabu, mengatakan untuk mengatasi hal tersebut pihaknya tidak ingin sekadar memindahkan warga yang menetap di rumah liar ke Lavling Siap Bangun (KSB) atau dengan memberikan ganti rugi.
Tapi, BP Batam bersama Pemkot Batam sepakat akan menata pemukiman bagi masyarakat yang dahulunya menetap di ruli.
"Saat ini kami (BP dan Pemkot Batam) sedang melakukan pembahasan dengan berbagai developer yang memiliki KSB dan kita akan kerjasama agar rumah mereka bangun dapat menampung masyarakat yang menetap di ruli," kata Lukita.
Dengan begitu, lanjut Lukita, lokasi yang ditempati nantinya lebih tertata dan representatif. Selain itu, kata Lukita, pihaknya bersama Pemkot Batam akan melengkapi pemukiman tersebut dengan fasilitas umum dan sosial.
"Ini solusi yang lebih baik daripada sekadar memberikan ganti rugi dan dilepas begitu saja, karenan nanti bisa saja mereka kembali membangun (ruli)," papar Lukita.
Nantinya dalam hal kepemilikan hunian yang disediakan, BP dan Pemkot Batam akan melibatkan pihak Perbankan. Namun lanjut Lukita, hal tersebut tidak bisa dilakukan sesegera mungkin karena diperlukan waktu untuk melakukan pendekatan dengan pihak developer serta perbankan.
Sebelumnya, Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menargetkan pembangunan seribu unit rumah murah pada 2018 guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Batam.
Ketua DPD REI khusus Batam, Ahyar Arfan, mengatakan saat ini segmen penjualan rumah non subsidi menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga para developer di Kota Batam beralih untuk membangun rumah bersubsidi.
Selain itu kata Ahyar, tahun ini REI telah mendapatkan dukungan dari beberapa pihak dalam pembangunan rumah murah. Salah satunya PLN Batam yang memberikan penyambungan listrik dengan daya enam ampere.
Hal itu kata Ahyar sangat membantu para developer untuk menjual hunian dengan harga yang lebih murah.
Selain itu perbankan salah satunya BTN telah memberikan dukungan penuh kepada para developer untuk penjualan rumah murah.
Saat ini REI khusus Batam sedang mengupayakan agar PT Adhya Tirta Batam (ATB) mengikuti langkah PLN Batam yang bersedia menyambungkan listrik dengan daya rendah ke rumah murah.
Karena, lanjut Ahyar, salah satu yang membuat harga jual rumah tinggi disebabkan biaya untuk menyambung listrik dan air cukup mahal.
Sehingga para developer kesulitan untuk memasarkan pemukinan yang telah dibangun dengan harga terjangkau.(Antara)
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenhut sebut 3 orang tersangka kasus perburuan ilegal di Taman Nasional Komodo
19 December 2025 13:00 WIB
Petugas Damkar Toapaya serahkan seekor buaya hasil evakuasi ke Taman Safari Lagoi
18 December 2025 14:40 WIB
Kejati Kepri periksa oknum jaksa diduga terlibat pembalakan liar di Sumbar
11 December 2025 8:30 WIB
Lansia di Tanjungpinang digigit anjing liar dapat penanganan Dinas Kesehatan
11 August 2025 6:10 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB