Pengawas: Tidak ada sel di SPN Dirgantara Batam
Kamis, 13 September 2018 16:22 WIB
Batam (Antaranews Kepri) - Pengawas Lapangan SMK Dinas Pendidikan Kepri Rayon Batam, Sumbaryanto mengatakan tidak ada sel di Sekolah Penerbangan (SPN) Dirgantara Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Sumbaryanto mengatakan hal itu terkait isu adanya sel yang digunakan untuk menyekap RS, salah satu siswa di sekolah tersebut.
Sumbaryanto, di Batam, Rabu, mengatakan setelah melakukan investigasi, dirinya tidak menemukan sel dari lantai satu hingga lantai tiga sekolah tersebut.
"Tidak ada sel yang menyatakan itu siapa, itu fitnah," kata dia.
Sumbaryanto menjelaskan dari hasil investigasi dari lantai satu sampai tiga, pihaknya hanya menemukan pemondokan yang dipergunakan untuk siswa dari pulau dan daerah lain.
"Jadi itu selayaknya asrama, setelah diamankan di Bandara dia dibawa ke sekolah dan diberikan konseling," kata dia.
Kata Sumbaryanto, pihak sekolah memiliki beberapa catatan terkait RS, di antaranya kurang disiplin.
"Dia (RS) sering cabut dan ada kejahilan lain yang dilakukannya terhadap temannya," kata dia.
Kejahilan yang dimaksud Sumbaryanto yaitu RS mencuri uang milik temannya saat bersama-sama melakukan praktek kerja lapangan (PKL).
Selain itu, kata Sumbaryanto, ada beberapa tunggakan yang belum diselesaikan RS kepada pihak sekolah.
"Jadi dia (RS) dihakimi teman-temannya sendiri dan ada pengakuan dari dia, selain itu dia juga kabur dari tempat PKL," ujarnya.
Pihak sekolah, kata Sumbaryanto juga memberikan pilihan kepada orang tua RS apakah masih mau menyekolahkan anaknya di SPN Dirgantara atau pindah ke sekolah lain.
"Sekolah mau memberikan surat pindah dimana sekolah yang dia senangi dan itu sudah ditawarkan kepada orang tuanya," kata dia.
Sumbaryanto mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut pihaknya akan melakukan pengawasan dan pembinaan yang intens terhadap SMK yang ada di Kota Batam.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga dan Kapolresta Barelang Kombes Hengki yang ditanyai melalui pesan singkat whatsapp terkait adanya dugaan sel di dalam sekolah SPN Dirgantara tidak memberikan komentar.
Sementara itu Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepri, Kombes Hernowo Yulianto enggan berkomentar banyak.
Sumbaryanto mengatakan hal itu terkait isu adanya sel yang digunakan untuk menyekap RS, salah satu siswa di sekolah tersebut.
Sumbaryanto, di Batam, Rabu, mengatakan setelah melakukan investigasi, dirinya tidak menemukan sel dari lantai satu hingga lantai tiga sekolah tersebut.
"Tidak ada sel yang menyatakan itu siapa, itu fitnah," kata dia.
Sumbaryanto menjelaskan dari hasil investigasi dari lantai satu sampai tiga, pihaknya hanya menemukan pemondokan yang dipergunakan untuk siswa dari pulau dan daerah lain.
"Jadi itu selayaknya asrama, setelah diamankan di Bandara dia dibawa ke sekolah dan diberikan konseling," kata dia.
Kata Sumbaryanto, pihak sekolah memiliki beberapa catatan terkait RS, di antaranya kurang disiplin.
"Dia (RS) sering cabut dan ada kejahilan lain yang dilakukannya terhadap temannya," kata dia.
Kejahilan yang dimaksud Sumbaryanto yaitu RS mencuri uang milik temannya saat bersama-sama melakukan praktek kerja lapangan (PKL).
Selain itu, kata Sumbaryanto, ada beberapa tunggakan yang belum diselesaikan RS kepada pihak sekolah.
"Jadi dia (RS) dihakimi teman-temannya sendiri dan ada pengakuan dari dia, selain itu dia juga kabur dari tempat PKL," ujarnya.
Pihak sekolah, kata Sumbaryanto juga memberikan pilihan kepada orang tua RS apakah masih mau menyekolahkan anaknya di SPN Dirgantara atau pindah ke sekolah lain.
"Sekolah mau memberikan surat pindah dimana sekolah yang dia senangi dan itu sudah ditawarkan kepada orang tuanya," kata dia.
Sumbaryanto mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut pihaknya akan melakukan pengawasan dan pembinaan yang intens terhadap SMK yang ada di Kota Batam.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga dan Kapolresta Barelang Kombes Hengki yang ditanyai melalui pesan singkat whatsapp terkait adanya dugaan sel di dalam sekolah SPN Dirgantara tidak memberikan komentar.
Sementara itu Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepri, Kombes Hernowo Yulianto enggan berkomentar banyak.
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hang Nadim Batam kerahkan 450 petugas layani penerbangan di momen liburan
27 June 2023 17:23 WIB, 2023
Pakistan tutup sekolah dan tunda penerbangan ke Iran antisipasi corona
27 February 2020 18:50 WIB, 2020
PGN Batam perkuat kesiapan hadapi kedaruratan lewat simulasi di PLTMG Panaran
09 September 2026 12:55 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
KPK panggil lagi 5 saksi terkait kasus mantan Kakanwil DJP Jakarta Khusus
08 September 2026 14:59 WIB