Menpan harap MPP Batam tingkatkan pertumbuhan ekonomi
Kamis, 20 September 2018 22:23 WIB
Menpan-RB Syafruddin saat menandatangani prasasti peresmian Mal Pelayanan Publik Batam. (ANTARA News Kepri/Pradanna Putra)
Batam (Antaranews Kepri) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin berharap keberadaan Mal Pelayanan Publik Batam, Kepulauan Riau, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat.
"Tujuannya, sejalan dengan percepatan pembangunan nasional dengan landasan ekonomi yang kuat," kata Menteri Syafruddin di Batam, Kamis.
Ia optimistis keberadaan MPP mampu menjadi perekat hubungan yang harmonis bagi setiap instansi di kota itu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk penanam modal.
Menurut dia, Batam berpotensi untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan keinginan para pendiri bangsa, karena kota itu berlokasi dekat dengan Singapura dan Selat Malaka yang dilalui 60.000 kapal setiap tahunnya.
"Batam, tidak bisa dipungkiri adalah ikon nasional, bukan hanya ikon provinsi. Karena cita-cita kita, Batam menjadi pintu utama dari kawasan ekonomi nasional," kata dia.
Ia juga berharap pertumbuhan ekonomi di kota itu bisa kembali pulih, hingga melampaui nasional, di atas 5 persen.
"Jangan sampai Batam kalah dengan Myanmar. Pelayanan publik harus menyentuh harkat dan martabat masyarakat yang dilayani, terutama di tempat terpencil," kata dia.
Dalam kesempatan itu, ia menyarankan Badan Pengusahaan Kawasan PErdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam untuk tidak hanya merujuk pada keberhasilan Singapura, melainkan juga melihat kesuksesan kota-kota di negara lain seperti Hongkong, Dubai dan Abu Dhabi.
Sementara itu, Menteri mengatakan terkesan dengan pelayanan yang ada di MPP Batam.
"Pelayanannya sangat sesuai, bahkan ada yang di atas target," kata dia.
MPP Batam memberikan 439 pelayanan perizinan dan nonperizinan dari 30 instansi pemerintah dan swasta yang terdapat di kota itu.
Instansi yang memberikan pelayanan di sana, di antaranya Pemkot Batam, Badan Pengusahaan Batam, Imigrasi, Kementerian Agama, KUA dan perbankan.
MPP Batam juga dilengkapi berbagai sarana yang diharapkan dapat membuat masyarakat merasa nyaman, di antaranya ruang bermain anak, ruang menyusui, musola hingga tempat untuk melangsungkan pernikahan.
"Tujuannya, sejalan dengan percepatan pembangunan nasional dengan landasan ekonomi yang kuat," kata Menteri Syafruddin di Batam, Kamis.
Ia optimistis keberadaan MPP mampu menjadi perekat hubungan yang harmonis bagi setiap instansi di kota itu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk penanam modal.
Menurut dia, Batam berpotensi untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan keinginan para pendiri bangsa, karena kota itu berlokasi dekat dengan Singapura dan Selat Malaka yang dilalui 60.000 kapal setiap tahunnya.
"Batam, tidak bisa dipungkiri adalah ikon nasional, bukan hanya ikon provinsi. Karena cita-cita kita, Batam menjadi pintu utama dari kawasan ekonomi nasional," kata dia.
Ia juga berharap pertumbuhan ekonomi di kota itu bisa kembali pulih, hingga melampaui nasional, di atas 5 persen.
"Jangan sampai Batam kalah dengan Myanmar. Pelayanan publik harus menyentuh harkat dan martabat masyarakat yang dilayani, terutama di tempat terpencil," kata dia.
Dalam kesempatan itu, ia menyarankan Badan Pengusahaan Kawasan PErdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam untuk tidak hanya merujuk pada keberhasilan Singapura, melainkan juga melihat kesuksesan kota-kota di negara lain seperti Hongkong, Dubai dan Abu Dhabi.
Sementara itu, Menteri mengatakan terkesan dengan pelayanan yang ada di MPP Batam.
"Pelayanannya sangat sesuai, bahkan ada yang di atas target," kata dia.
MPP Batam memberikan 439 pelayanan perizinan dan nonperizinan dari 30 instansi pemerintah dan swasta yang terdapat di kota itu.
Instansi yang memberikan pelayanan di sana, di antaranya Pemkot Batam, Badan Pengusahaan Batam, Imigrasi, Kementerian Agama, KUA dan perbankan.
MPP Batam juga dilengkapi berbagai sarana yang diharapkan dapat membuat masyarakat merasa nyaman, di antaranya ruang bermain anak, ruang menyusui, musola hingga tempat untuk melangsungkan pernikahan.
Pewarta : YJ Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertemuan bilateral dengan Anwar Ibrahim, Jokowi tekankan penyelesaian masalah perbatasan Malaysia
09 May 2023 18:55 WIB, 2023
Pemkot Batam tambah fasilitas layanan Disdukcapil di Mal Pelayanan Publik
29 April 2023 18:12 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB
Harga emas di Pegadaian hari ini Jumat 13 Februari naik, tembus Rp3 juta/ gram
13 February 2026 8:36 WIB