BPS: Kepri inflasi 1,15 persen
Kamis, 3 Januari 2019 8:03 WIB
Ilustrasi (Antara) (/)
Tanjungpinang (ANTARANews Kepri) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi di Provinsi Kepulauan Riau pada Desember 2018 sebesar 1,15 persen.
Kepala BPS Kepri Zulkipli, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, inflasi di Kepri diambil dari kenaikan harga barang yang terjadi di Batam sebesar 1,2 persen dan Tanjungpinang 0,85 persen.
"Inflasi di Kepri terjadi karena kenaikan indeks harga konsumen dari 134,95 pada November menjadi 136,50 Desember 2018," ujarnya.
Zulkipli menjelaskan inflasi tahun kalender (Januari - Desember
2018) dan inflasi tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 3,47 persen.
"Kota Batam dan Kota Tanjungpinang dari 80 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia menduduki peringkat ke-10 dan ke-21," katanya.
? ?Sementara berdasarkan perkembangan indeks harga konsumen, inflasi di Kepri disebabkan kenaikan harga 54 barang dari 339 komoditas yang mempengaruhi inflasi di Batam. Sementara harga 48 komoditas lainnya, turun.
Kondisi ini berbeda dengan Kota Tanjungpinang. Harga 59 dari 341 komoditas atau barang kebutuhan masyarakat, naik. Sedangkan harga 29 komoditas lainnya, turun.?
? ? Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun indeks harga konsumen di Kepri, inflasi pada Desember 2018 disebabkan oleh naiknya indeks lima kelompok yakni kelompok bahan makanan naik sebesar 0,76 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik sebesar 0,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik sebesar 0,03 persen, kelompok sandang naik sebesar 0,19 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 4,59 persen.?
? ? Sebaliknya, kelompok kesehatan justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,02 persen.?
? ? "Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks," ucapnya.
Kepala BPS Kepri Zulkipli, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, inflasi di Kepri diambil dari kenaikan harga barang yang terjadi di Batam sebesar 1,2 persen dan Tanjungpinang 0,85 persen.
"Inflasi di Kepri terjadi karena kenaikan indeks harga konsumen dari 134,95 pada November menjadi 136,50 Desember 2018," ujarnya.
Zulkipli menjelaskan inflasi tahun kalender (Januari - Desember
2018) dan inflasi tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 3,47 persen.
"Kota Batam dan Kota Tanjungpinang dari 80 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia menduduki peringkat ke-10 dan ke-21," katanya.
? ?Sementara berdasarkan perkembangan indeks harga konsumen, inflasi di Kepri disebabkan kenaikan harga 54 barang dari 339 komoditas yang mempengaruhi inflasi di Batam. Sementara harga 48 komoditas lainnya, turun.
Kondisi ini berbeda dengan Kota Tanjungpinang. Harga 59 dari 341 komoditas atau barang kebutuhan masyarakat, naik. Sedangkan harga 29 komoditas lainnya, turun.?
? ? Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun indeks harga konsumen di Kepri, inflasi pada Desember 2018 disebabkan oleh naiknya indeks lima kelompok yakni kelompok bahan makanan naik sebesar 0,76 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik sebesar 0,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik sebesar 0,03 persen, kelompok sandang naik sebesar 0,19 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 4,59 persen.?
? ? Sebaliknya, kelompok kesehatan justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,02 persen.?
? ? "Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks," ucapnya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Batam pakai aplikasi 'Sitebus Murah' agar penyaluran sembako tepat sasaran
07 July 2026 12:37 WIB
Menkeu Purbaya nilai dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas
10 June 2026 12:54 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
PGN Batam catat 1.868 pelanggan rumah tangga telah dialiri gas bumi sepanjang 2026
07 September 2026 10:53 WIB