
Rupiah Selasa sore ditutup melemah Rp17.839

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa sore ditutup melemah 34 poin atau 0,19 persen di level Rp17.839 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan kelemahan tersebut masih dipengaruhi sentimen kelanjutan ketidakpastian geopolitik dan rilis data inflasi Badan Pusat Statistik (BPS).
Dari sisi eksternal, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, sementara kantor berita Tasnim sebelumnya melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington.
Trump mengatakan dia tidak keberatan jika pembicaraan berakhir. Tetapi, tak lama kemudian, ia mengeluarkan unggahan di media sosial yang mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran terus berlanjut.
Kepada ABC News, ia mengharapkan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz dalam minggu depan.
"Lebanon pada hari Senin mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel, yang akan menjadi deeskalasi terbatas dari konflik yang telah memperparah perang yang lebih luas dengan Iran. Iran secara efektif telah menghentikan hampir semua pengiriman non-Iran ke dan dari Teluk sejak perang dimulai, mencekik sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global dan mendorong harga naik 50 persen atau lebih," jelas Ibrahim.
Baca juga: Harga emas Antam hari ini turun
Selain itu, Trump pada Senin (1/6/2026) menandatangani proklamasi yang mengubah tarif impor tembaga, aluminium, dan besi, kata Gedung Putih.
Proklamasi tersebut menurunkan tarif untuk beberapa peralatan pertanian dari 25 persen menjadi 15 persen.
Proklamasi tersebut menetapkan tarif 15 persen untuk peralatan industri bergerak, seperti buldoser dan forklift.
Selain itu, aktivitas manufaktur Indonesia kembali masuk ke zona ekspansi.
Berdasarkan laporan S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia naik ke level 50,0 pada Mei 2026, setelah terkontraksi ke 49,1 pada April 2026. Kendati menunjukkan sinyal positif, sektor industri masih dibayangi tekanan biaya bahan baku yang melonjak dan gangguan pasokan yang menahan laju produksi.
Berdasarkan laporan S&P Global, posisi PMI pada Mei mengindikasikan kondisi operasional manufaktur yang stabil setelah sempat mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya.
Maka, Ibrahim memproyeksikan rupiah bakal bergerak fluktuatif di rentang Rp17.840-Rp17.900.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah Selasa sore ditutup melemah di level Rp17.839
Pewarta : Bayu Saputra
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
