Menkeu: Batam butuh kebijakan khusus pangan
Rabu, 16 Januari 2019 11:17 WIB
Menteri Keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani (ANTARA/Puspa Perwitasari)
Batam (ANTARANews Kepri) - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Kota Batam Kepulauan Riau membutuhkan kebijakan khusus terkait pemenuhan kebutuhan pangan, agar terhindar dari impor ilegal.
"Dibutuhkan kebijakan agar kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi tanpa impor ilegal," kata Menteri di Batam, Selasa.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terus melakukan penindakan impor ilegal, termasuk pemasukan bahan pangan tanpa izin di wilayah perbatasan.
Ia meminta aparat bea dan cukai untuk tetap bersikap tegas dan konsisten terhadap penegahan upaya penyelundupan yang menimbulkan kejahatan ekonomi.
Namun, di sisi lain, kebutuhan pangan di perbatasan tetap bisa terpenuhi.
Senada dengan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan akan ada aturan tersendiri untuk Batam.
Ia juga mendorong penertiban hukum tanpa membuat masyarakat kesulitan.
Sayang, kedua Menteri tidak menjelaskan kebijakan yang akan dibuat untuk pemenuhan pangan kota yang berseberangan dengan Singapura dan Malaysia itu.
Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun pernah meminta kebijakan khusus impor pangan, terutama beras.
Sebagai daerah perbatasan, Nurdin mengatakan Provinsi Kepri kerap dihadapkan dengan persediaan beras yang terbatas akibat panjangnya jalur distribusi dari daerah penghasil.
"Dari dulu Kepri seperti itu, makanya kita berharap ada kebijakan dari pusat," kata dia.
Usulan kuota impor beras, kata dia, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Batam atau Karimun, tetapi berlaku di semua kabupaten dan kota.
"Dibutuhkan kebijakan agar kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi tanpa impor ilegal," kata Menteri di Batam, Selasa.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terus melakukan penindakan impor ilegal, termasuk pemasukan bahan pangan tanpa izin di wilayah perbatasan.
Ia meminta aparat bea dan cukai untuk tetap bersikap tegas dan konsisten terhadap penegahan upaya penyelundupan yang menimbulkan kejahatan ekonomi.
Namun, di sisi lain, kebutuhan pangan di perbatasan tetap bisa terpenuhi.
Senada dengan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan akan ada aturan tersendiri untuk Batam.
Ia juga mendorong penertiban hukum tanpa membuat masyarakat kesulitan.
Sayang, kedua Menteri tidak menjelaskan kebijakan yang akan dibuat untuk pemenuhan pangan kota yang berseberangan dengan Singapura dan Malaysia itu.
Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun pernah meminta kebijakan khusus impor pangan, terutama beras.
Sebagai daerah perbatasan, Nurdin mengatakan Provinsi Kepri kerap dihadapkan dengan persediaan beras yang terbatas akibat panjangnya jalur distribusi dari daerah penghasil.
"Dari dulu Kepri seperti itu, makanya kita berharap ada kebijakan dari pusat," kata dia.
Usulan kuota impor beras, kata dia, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Batam atau Karimun, tetapi berlaku di semua kabupaten dan kota.
Pewarta : YJ Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sri Mulyani, Budi Arie hingga Budi Gunawan tersenyum saat terima surat khusus dari Prabowo
15 September 2025 16:37 WIB
Sri Mulyani resmi serahkan jabatan Menteri keuangan ke Purbaya Yudhi Sadewa
09 September 2025 13:00 WIB
Gantikan Sri Mulyani, Prabowo lantik Purbaya Yudhi Sadewa jadi Menteri Keuangan
08 September 2025 17:42 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Satgas Pangan Natuna sidak pasar, pantau harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
14 February 2026 15:04 WIB