Batam (ANTARA) - Kota Batam Kepulauan Riau dijadikan rintisan kota lengkap terkait tanah terdaftar di Badan Pertanahan Nasional bersama sejumlah kota lainnya di Indonesia.
Kepala BPN Kota Batam, Memby Untung Pratama, Jumat, menyatakan dengan menjadi kota lengkap, maka seluruh bidang tanah harus terdaftar dan tervalidasi seluruhnya.
Seluruh lahan di Batam juga tidak boleh ada sengketa atau tidak tumpang tindih, agar bisa menjadi kota lengkap.
"Pada 2020 ini, Batam menjadi 'pilot project' kota lengkap," kata dia.
Untuk mencapai target kota lengkap, maka tahun 2020 BPN merencanakan pendaftaran untuk 8.000 bidang tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).
Menurut dia, di seluruh Batam terdapat sekitar 300.000 bidang tanah. Dan yang belum terdaftar hanya sekitar 5 hingga 10 persen saja, atau sekitar 15.000 hingga 30.000 bidang tanah.
"Tinggal sedikit lagi," kata dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kepulauan Riau Asnawati menyatakan di Kepri terdapat 783.000 bidang tanah.
Sekitar 500.000 bidang tanah atau 73 persen di antaranya sudah terdaftar, menyisakan sekitar 200.000 bidang tanah yang menunggu untuk didaftarkan.
Batam dijadikan rintisan Kota Lengkap BPN
Jumat, 3 Januari 2020 21:17 WIB
Kepala BPN Kota Batam, Memby Untung Pratama (Naim)
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertumbuhan ekonomi Batam 2025 tembus 6,76% tanpa migas, tertinggi di Kepulauan Riau
10 March 2026 18:02 WIB
Baznas Batam salurkan bantuan ke 1.870 penerima manfaat dan 300 penyandang disabilitas
10 March 2026 16:05 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Tanjungpinang sebut peserta JKN bisa berobat di mana saja saat mudik
10 March 2026 17:51 WIB
Dukung program beasiswa, Pemkab Natuna jajaki kerja sama dengan 11 perguruan tinggi
10 March 2026 16:59 WIB