Prancis konfirmasi dua kasus wabah Wuhan
Sabtu, 25 Januari 2020 6:27 WIB
Seorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020. ANTARA FOTO/cnsphoto via REUTERS/foc/cfo (Babel.antaranews.com)
Paris (ANTARA) - Prancis mengonfirmasi temuan dua kasus virus corona, jenis baru yang berasal dari kota Wuhan, China.
Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn mengatakan dua orang yang terinfeksi virus corona sebelumnya melakukan perjalanan ke kota di China tengah itu.
Dalam konferensi pers, Agnes Buzyn mengatakan dua penderita virus corona itu dirawat dalam ruang isolasi di dua rumah sakit yang berbeda.
Satu pasien dirawat di rumah sakit di Paris, sementara yang lainnya dirawat di barat daya kota Bordeaux.
Buzyn juga mengatakan dua kasus virus corona itu menjadi temuan pertama yang dikonfirmasi di Eropa.
Ia meyakini bahwa kemungkinan akan ada kasus baru virus corona lainnya di Prancis.
Sebelumnya, badan amal SOS Medecins mengatakan telah merawat seorang pasien asal China yang menunjukkan gejala demam.
Pasien tersebut sebelumnya telah melakukan kontak dengan orang-orang dari provinsi Wuhan di Cina, pusat penyebaran wabah virus corona.
Buzyn mengatakan pasien ini berusia 48 tahun setelah dua hari yang lalu melakukan perjalanan ke kota Wuhan.
"Dia ditempatkan di ruang terisolasi. Dia baik-baik saja," katanya.
Buzyn mengatakan dia belum memiliki informasi mengenai kasus kedua, di Paris, yang baru saja dikonfirmasi.
Virus corona jenis baru itu telah menewaskan 26 orang dan menginfeksi lebih dari 800 orang.
Sebagian besar kasus tersebut terjadi di China yang memaksa pemerintah China melakukan pembatasan pada perjalanan dan pertemuan publik.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, pada Kamis menyatakan wabah virus corona merupakan krisis di China dan belum menjadi darurat kesehatan global.
Pemerintah Kota Wuhan mengatakan pihaknya mulai pukul 10.00 waktu setempat menghentikan semua jaringan transportasi kota serta menangguhkan penerbangan keluar Wuhan.
Media massa setempat melaporkan bahwa, kendati demikian, beberapa maskapai masih beroperasi ketika tenggat itu dinyatakan.
Media milik pemerintah menyiarkan gambar-gambar salah satu pusat transportasi Wuhan, stasiun kereta api Hankou, terlihat hampir lengang. Gerbang-gerbang terlihat diblokade atau dilarang dilintasi. Pemerintah meminta warga untuk tidak keluar dari kota itu.
Sumber: Reuters
Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn mengatakan dua orang yang terinfeksi virus corona sebelumnya melakukan perjalanan ke kota di China tengah itu.
Dalam konferensi pers, Agnes Buzyn mengatakan dua penderita virus corona itu dirawat dalam ruang isolasi di dua rumah sakit yang berbeda.
Satu pasien dirawat di rumah sakit di Paris, sementara yang lainnya dirawat di barat daya kota Bordeaux.
Buzyn juga mengatakan dua kasus virus corona itu menjadi temuan pertama yang dikonfirmasi di Eropa.
Ia meyakini bahwa kemungkinan akan ada kasus baru virus corona lainnya di Prancis.
Sebelumnya, badan amal SOS Medecins mengatakan telah merawat seorang pasien asal China yang menunjukkan gejala demam.
Pasien tersebut sebelumnya telah melakukan kontak dengan orang-orang dari provinsi Wuhan di Cina, pusat penyebaran wabah virus corona.
Buzyn mengatakan pasien ini berusia 48 tahun setelah dua hari yang lalu melakukan perjalanan ke kota Wuhan.
"Dia ditempatkan di ruang terisolasi. Dia baik-baik saja," katanya.
Buzyn mengatakan dia belum memiliki informasi mengenai kasus kedua, di Paris, yang baru saja dikonfirmasi.
Virus corona jenis baru itu telah menewaskan 26 orang dan menginfeksi lebih dari 800 orang.
Sebagian besar kasus tersebut terjadi di China yang memaksa pemerintah China melakukan pembatasan pada perjalanan dan pertemuan publik.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, pada Kamis menyatakan wabah virus corona merupakan krisis di China dan belum menjadi darurat kesehatan global.
Pemerintah Kota Wuhan mengatakan pihaknya mulai pukul 10.00 waktu setempat menghentikan semua jaringan transportasi kota serta menangguhkan penerbangan keluar Wuhan.
Media massa setempat melaporkan bahwa, kendati demikian, beberapa maskapai masih beroperasi ketika tenggat itu dinyatakan.
Media milik pemerintah menyiarkan gambar-gambar salah satu pusat transportasi Wuhan, stasiun kereta api Hankou, terlihat hampir lengang. Gerbang-gerbang terlihat diblokade atau dilarang dilintasi. Pemerintah meminta warga untuk tidak keluar dari kota itu.
Sumber: Reuters
Pewarta : Azis Kurmala
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jerman batasi perjalanan dari negara-negara terdampak varian baru corona
30 January 2021 7:15 WIB, 2021
Italia temukan satu pasien terinfeksi varian baru virus corona Inggris
21 December 2020 8:23 WIB, 2020
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Polisi pastikan temuan mayat di Pesisir Lampung tak terkait insiden rombongan jurnalis hilang
28 September 2026 15:53 WIB
Tolak tawaran AS, Presiden Sudan Abdel Fattah Al-Burhan tak dapat visa ke Sidang Umum PBB
25 September 2026 14:33 WIB
Houthi luncurkan serangan balasan ke Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu
25 September 2026 11:31 WIB