Gubernur Sulsel apresiasi pembatalan ijtima se-Asia terkait COVID-19
Kamis, 19 Maret 2020 16:04 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah bersama Pangdam dan Kapolda Sulsel memberikan keterangan pers terkait penundaan Ijtima se-Asia, Kamis,(19/3).ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah memberikan apresiasi kepada para panitia dan peserta terkait penundaan dan pembatalan ijtima se-Asia sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona baru atau COVID-19.
Gubernur Nurdin Abdullah mengaku, virus corona ini menjadi keprihatinan semua pihak dan Presiden sudah menginstruksikan, ini merupakan bencana nasional yang tentu bisa kita atasi dengan disiplin, dan melakukan social distancing.
"Harus ada kesungguhan dan keprihatinan semua melalui kedisiplinan. Saya sekali lagi terima kasih kepada seluruh peserta Ijtima Zona Asia, yang tentu ini sesuatu yang kita tidak pernah bayangkan. Tetapi karena kondisi negara kita, maka semuanya harus mengalah," kata Nurdin Abdullah dalam keterangan resminya, Kamis..
Penundaan kegiatan ini, lanjutnya, merupakan sebuah langkah untuk memotong rantai dan menghindari keramaian, yang dikhawatirkan berdampak pada penyebaran virus corona.
Ketua Panitia Ijtima Dunia 2020 Zona Asia Ali Yubra, mengatakan, berdasarkan anjuran dari pemerintah dalam rangka membatasi penyebaran virus corona, maka pelaksana Ijtima Asia menunda kegiatan Ijtima, dengan langkah-langkah yang telah disiapkan.
Adapun poin penting dalam pembatalan tersebut, kata Ali Yubra, pertama adalah membatalkan kedatangan ulama-ulama dari Bangladesh dan Pakistan, yang sudah dilakukan panitia.
"Ulama-ulama dari Bangladesh dan Pakistan mestinya datang tanggal 18 Maret kemarin, tapi kita batalkan," ujarnya.
Selanjutnya, adalah mempercepat proses pemulangan peserta warga negara asing yang tidak ada di medan Ijtima. Sedangkan terhadap warga negara asing yang sudah ada di tempat Ijtima, telah disiapkan tempat khusus untuk mengisolasi, agar terpisah dari orang-orang lokal, dan melakukan pengawasan dengan cara menyediakan tenaga medis untuk memantau kesehatan mereka.
"Yang perlu kami sampaikan, jamaah-jamaah asing yang telah hadir di medan Ijtima ini adalah mereka yang sudah berada di Indonesia dua atau tiga bulan yang lalu, yang visanya masih berlaku, sebelum menyebarnya virus corona," jelasnya.
Adapun untuk jamaah lokal, lanjut Ali Yubra, mereka akan dipulangkan secara bertahap secepatnya ke daerah asal mereka masing-masing.
"Demikian penyampaian ini kami sampaikan, semoga Allah SWT menyelamatkan kita semua dari wabah ini, dan semoga memberikan kebahagiaan sempurna kepada kita semua di dunia dan di akhirat," ucapnya.**
Gubernur Nurdin Abdullah mengaku, virus corona ini menjadi keprihatinan semua pihak dan Presiden sudah menginstruksikan, ini merupakan bencana nasional yang tentu bisa kita atasi dengan disiplin, dan melakukan social distancing.
"Harus ada kesungguhan dan keprihatinan semua melalui kedisiplinan. Saya sekali lagi terima kasih kepada seluruh peserta Ijtima Zona Asia, yang tentu ini sesuatu yang kita tidak pernah bayangkan. Tetapi karena kondisi negara kita, maka semuanya harus mengalah," kata Nurdin Abdullah dalam keterangan resminya, Kamis..
Penundaan kegiatan ini, lanjutnya, merupakan sebuah langkah untuk memotong rantai dan menghindari keramaian, yang dikhawatirkan berdampak pada penyebaran virus corona.
Ketua Panitia Ijtima Dunia 2020 Zona Asia Ali Yubra, mengatakan, berdasarkan anjuran dari pemerintah dalam rangka membatasi penyebaran virus corona, maka pelaksana Ijtima Asia menunda kegiatan Ijtima, dengan langkah-langkah yang telah disiapkan.
Adapun poin penting dalam pembatalan tersebut, kata Ali Yubra, pertama adalah membatalkan kedatangan ulama-ulama dari Bangladesh dan Pakistan, yang sudah dilakukan panitia.
"Ulama-ulama dari Bangladesh dan Pakistan mestinya datang tanggal 18 Maret kemarin, tapi kita batalkan," ujarnya.
Selanjutnya, adalah mempercepat proses pemulangan peserta warga negara asing yang tidak ada di medan Ijtima. Sedangkan terhadap warga negara asing yang sudah ada di tempat Ijtima, telah disiapkan tempat khusus untuk mengisolasi, agar terpisah dari orang-orang lokal, dan melakukan pengawasan dengan cara menyediakan tenaga medis untuk memantau kesehatan mereka.
"Yang perlu kami sampaikan, jamaah-jamaah asing yang telah hadir di medan Ijtima ini adalah mereka yang sudah berada di Indonesia dua atau tiga bulan yang lalu, yang visanya masih berlaku, sebelum menyebarnya virus corona," jelasnya.
Adapun untuk jamaah lokal, lanjut Ali Yubra, mereka akan dipulangkan secara bertahap secepatnya ke daerah asal mereka masing-masing.
"Demikian penyampaian ini kami sampaikan, semoga Allah SWT menyelamatkan kita semua dari wabah ini, dan semoga memberikan kebahagiaan sempurna kepada kita semua di dunia dan di akhirat," ucapnya.**
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Sulsel konfirmasi PDP COVID-19 di RS Grestelina meninggal dunia
24 March 2020 19:33 WIB, 2020
Satgas Penanganan COVID-19 Kepri minta pemerintah pusat tambah vaksin
22 September 2022 19:21 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
KSOP Batam evakuasi 9 awak kapal MV Golden Star 1 yang tenggelam di Selat Malaka
06 June 2026 12:21 WIB
Pemkab Natuna kampanye perlindungan bumi sambut hari lingkungan hidup sedunia
05 June 2026 10:57 WIB