IMF tutup kantor pusat di Washington cegah COVID-19
Sabtu, 21 Maret 2020 23:10 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF)
Jakarta (ANTARA) - Dana Moneter Internasional (IMF) menutup sementara markasnya di Washington D.C., Amerika Serikat, mulai Jumat (20/3) sampai batas waktu yang belum ditentukan, demikian informasi dari IMF yang dikutip laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagaimana dipantau di Jakarta, Sabtu.
Penutupan itu dilakukan IMF setelah dua pegawainya dinyatakan positif tertular jenis baru virus corona (COVID-19).
"Dua pasien itu saat ini masih dirawat dan berangsur pulih, tetapi IMF telah menutup seluruh akses masuk ke kantor," kata IMF lewat laman resmi PBB itu.
Walaupun demikian, akses masuk kantor pusat IMF masih diberikan kepada staf kebersihan dan keamanan, karena selama penutupan berlangsung, mereka akan membersihkan seluruh ruangan.
Baca juga: Komnas HAM minta Pemerintah tindak tegas pelanggar seruan cegah COVID-19
Baca juga: Pemulangan warga Malaysia dari Iran sertakan warga Singapura dan Indonesia
Dengan demikian, selama kantor pusat IMF ditutup, pekerja wajib mengerjakan tugas hariannya dari rumah.
"Adanya penutupan sejalan dengan rencana situasi darurat yang telah disusun sebelumnya dan aturan ini diharapkan tidak berdampak pada kinerja IMF," terang Dana Moneter Internasional dalam pernyataan tertulis dalam laman PBB itu.
Menurut, Worldometers, yang memperoleh data dari laman resmi negara-negara dan WHO, mencatat per hari ini (21/3) jumlah pasien positif COVID-19 di Amerika Serikat mencapai 19.871 jiwa dengan tambahan 398 kasus baru. Dari jumlah itu, 277 di antaranya meninggal dunia dan 147 pasien dinyatakan sembuh.
Sejauh ini, pasien terbanyak di Amerika Serikat ditemukan di negara bagian New York dengan 8.522 kasus positif (ditambah 124 kasus baru), disusul oleh Washington 1.524 pasien positif, dan California 1.255 kasus.
Sementara itu, total pasien positif COVID-19 di seluruh dunia per hari ini mencapai 286.664 jiwa dan 11.888 di antaranya meninggal dunia, sementara 93.598 pasien lainnya dinyatakan pulih.
Baca juga: Kepala daerah di Kepri diminta tes COVID-19
Baca juga: WHO akui kasus Wuhan bukti COVID-19 dapat ditanggulangi
Penutupan itu dilakukan IMF setelah dua pegawainya dinyatakan positif tertular jenis baru virus corona (COVID-19).
"Dua pasien itu saat ini masih dirawat dan berangsur pulih, tetapi IMF telah menutup seluruh akses masuk ke kantor," kata IMF lewat laman resmi PBB itu.
Walaupun demikian, akses masuk kantor pusat IMF masih diberikan kepada staf kebersihan dan keamanan, karena selama penutupan berlangsung, mereka akan membersihkan seluruh ruangan.
Baca juga: Komnas HAM minta Pemerintah tindak tegas pelanggar seruan cegah COVID-19
Baca juga: Pemulangan warga Malaysia dari Iran sertakan warga Singapura dan Indonesia
Dengan demikian, selama kantor pusat IMF ditutup, pekerja wajib mengerjakan tugas hariannya dari rumah.
"Adanya penutupan sejalan dengan rencana situasi darurat yang telah disusun sebelumnya dan aturan ini diharapkan tidak berdampak pada kinerja IMF," terang Dana Moneter Internasional dalam pernyataan tertulis dalam laman PBB itu.
Menurut, Worldometers, yang memperoleh data dari laman resmi negara-negara dan WHO, mencatat per hari ini (21/3) jumlah pasien positif COVID-19 di Amerika Serikat mencapai 19.871 jiwa dengan tambahan 398 kasus baru. Dari jumlah itu, 277 di antaranya meninggal dunia dan 147 pasien dinyatakan sembuh.
Sejauh ini, pasien terbanyak di Amerika Serikat ditemukan di negara bagian New York dengan 8.522 kasus positif (ditambah 124 kasus baru), disusul oleh Washington 1.524 pasien positif, dan California 1.255 kasus.
Sementara itu, total pasien positif COVID-19 di seluruh dunia per hari ini mencapai 286.664 jiwa dan 11.888 di antaranya meninggal dunia, sementara 93.598 pasien lainnya dinyatakan pulih.
Baca juga: Kepala daerah di Kepri diminta tes COVID-19
Baca juga: WHO akui kasus Wuhan bukti COVID-19 dapat ditanggulangi
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Danantara sebut Kesepakatan beli 50 pesawat Boeing oleh Garuda sudah ada sebelum Covid
29 July 2025 13:37 WIB
KSAD akomodasi permintaan masyarakat untuk maksimalkan layanan RSKI Galang
09 August 2024 9:13 WIB, 2024
SYL harap eksepsinya dapat diterima karena telah menjadi pahlawan saat COVID-19
13 March 2024 15:33 WIB, 2024