
Kekeringan di Bintan, BPBD Bintan siapkan layanan bantuan air bersih

Bintan, Kepri (ANTARA) - Sekretaris BPBD Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Agus Ariyadi mengatakan pihaknya telah menyiapkan layanan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan yang terjadi belakangan ini.
Ia menyebut masyarakat dapat mengajukan surat permohonan bantuan air bersih ke kantor BPBD Bintan. Beberapa permohonan yang sudah masuk, di antaranya pemukiman warga di wilayah Kecamatan Bintan Timur hingga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang di Kijang.
"Kita turun ke lapangan dulu untuk melihat, apakah tingkat kekeringan itu dampak dari sumur kering atau gangguan pipa saluran air PDAM," kata Ariyadi di Tanjungpinang, Selasa.
Ariyadi memastikan pihaknya siap membantu warga yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih, dengan menyesuaikan kapasitas mobil tangki BPBD yang sebanyak 5.000 liter air.
Menurutnya air bersih tersebut bersumber dari waduk atau sungai yang ada di Kabupaten Bintan, misalnya Waduk Gesek, yang disedot petugas BPBD dan telah mendapat izin dari pihak terkait.
"Biasanya kebutuhan air bersih itu dipakai warga untuk mandi atau mencuci pakaian. Kalau keperluan minum dan memasak, mereka menggunakan air galon," ungkapnya.
Dia turut mengimbau masyarakat lebih hemat menggunakan air bersih di tengah kondisi cuaca panas disertai angin kencang pada awal tahun ini.
Menurutnya kondisi kekeringan yang terjadi di Bintan saat ini dipicu belum masuknya musim penghujan. Berdasarkan perkiraan BMKG, curah hujan terjadi pada Maret 2026.
"Menurut BMKG, wilayah kita (Kepri) sebenarnya tidak mengenal musim kemarau, karena potensi hujan tetap ada di sepanjang tahun meskipun cuaca panas," ucapnya.
Ariyadi menambahkan jika mengacu data tahun 2024, dampak kekeringan terjadi di wilayah Bintan Timur, Gunung Kijang hingga Teluk Sebong. Saat itu, BPBD Bintan menyalurkan bantuan air bersih untuk kebutuhan warga mencapai 54 ton.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
