Supir taksi di Lingga menjerit berharap solusi
Kamis, 16 April 2020 8:47 WIB
Buruh di pelabuhan Jagoh Dabosingkep saat menerima kedatangan kapal laut (Nurjali)
Lingga (ANTARA) - Ratusan supir taksi di Kabupaten Lingga menjerit, berharap solusi dari pemerintah karena mereka yang biasanya melayani rute Jagoh-Dabosingkep harus berhenti mencari rezeki karena kebijakan pemerintah yang telah menutup jalur kapal penumpang atau angkutan antar pulau sejak kurang lebih dua pekan yang lalu dan akan memperpanjang hingga akhir Idul Fitri.
Suyatno salah satunya, supir taksi yang biasa disebut masyarakat Lingga sebagai supir tambang ini, mengaku mereka benar-benar kehabisan akal dan tidak tahu harus mengadu kemana, sementara sepeser bantuanpun belum mereka terima dari pemerintah, bahkan setiap rapat-rapat mereka tidak pernah dilibatkan.
"Kami ini punya organisasi, kalau di Dabo itu ada Singkep jaya dan Metro Singkep, di Daik juga ada, tapi kami tidak pernah diajak bicara setiap kebijakan yang diambil pemerintah," ujar Suyatno di Dabo, Kamis.
Suyatno mengaku belasan tahun dirinya menjadi supir, maka baru tahun ini mengalami masa yang begitu sulit, jangankan yang sudah memiliki mobil sendiri terlebih parah lagi bagi mereka yang selama ini mengejar setoran perhari mereka benar-benar kehilangan mata pencaharian.
Sejak pertengahan bulan Maret yang lalu, pemerintah Kabupaten Lingga sudah menghentikan pengoperasian kapal penumpang baik dari Batam maupun Tanjungpinang, kemudian pada tanggal 10 April 2020, pemerintah kembali memperpanjang penghentian kapal penumpang dan rencananya akan ditutup hingga selesai Idul Fitri.
"Yang jelas sampai habis lebaran, nanti tanggal 19 April akan kita terbitkan lagi edaran, melihat perkembanganlah," ujar Sekda Lingga, Muhammad Juramadi Esram, kepada Antara.
Suyatno salah satunya, supir taksi yang biasa disebut masyarakat Lingga sebagai supir tambang ini, mengaku mereka benar-benar kehabisan akal dan tidak tahu harus mengadu kemana, sementara sepeser bantuanpun belum mereka terima dari pemerintah, bahkan setiap rapat-rapat mereka tidak pernah dilibatkan.
"Kami ini punya organisasi, kalau di Dabo itu ada Singkep jaya dan Metro Singkep, di Daik juga ada, tapi kami tidak pernah diajak bicara setiap kebijakan yang diambil pemerintah," ujar Suyatno di Dabo, Kamis.
Suyatno mengaku belasan tahun dirinya menjadi supir, maka baru tahun ini mengalami masa yang begitu sulit, jangankan yang sudah memiliki mobil sendiri terlebih parah lagi bagi mereka yang selama ini mengejar setoran perhari mereka benar-benar kehilangan mata pencaharian.
Sejak pertengahan bulan Maret yang lalu, pemerintah Kabupaten Lingga sudah menghentikan pengoperasian kapal penumpang baik dari Batam maupun Tanjungpinang, kemudian pada tanggal 10 April 2020, pemerintah kembali memperpanjang penghentian kapal penumpang dan rencananya akan ditutup hingga selesai Idul Fitri.
"Yang jelas sampai habis lebaran, nanti tanggal 19 April akan kita terbitkan lagi edaran, melihat perkembanganlah," ujar Sekda Lingga, Muhammad Juramadi Esram, kepada Antara.
Pewarta : Nurjali
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Danantara sebut Kesepakatan beli 50 pesawat Boeing oleh Garuda sudah ada sebelum Covid
29 July 2025 13:37 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Polres Lingga gelar pelatihan penjamah makanan bagi relawan SPPG optimalkan MBG
28 January 2026 9:13 WIB