Tanpa konektivitas pemerataan pendidikan sulit tercapai
Rabu, 6 Mei 2020 20:52 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim dalam peluncuran Akademi Edukreator di Jakarta, Rabu (6/5) (ANTARA/Indriani)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan tanpa adanya konektivitas yang baik maka pemerataan kualitas pendidikan sulit tercapai.
"Konektivitas yang dimaksud adalah jaringan internet dan listrik," ujar Nadiem dalam konferensi pendidikan Akademi Edukreator di Jakarta, Rabu.
Untuk itu, perlu adanya kolaborasi seperti dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika hingga PLN. Ketersediaan listrik dan jaringan internet merupakan dua hal yang menjadi fondasinya.
"Baru setelah sumber daya manusia guru dan lainnya, tapi tidak bisa secara instan. Membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan lebih dari lima tahun," terang dia.
Dia menambahkan banyak daerah di kawasan terluar, terdepan dan tertinggal (3T) yang menjadi prioritas Kemendikbud.
Dalam membangun pendidikan, lanjut Nadiem, tidak bisa dengan waktu sebentar. Dalam membangun fondasinya saja membutuhkan waktu lima tahun.
"Setelah membangun fondasi, kemudian mencari formula dan mengidentifikasi. Hingga lima tahun ke depan, tugas Kemendikbud menentukan formula yang tepat untuk kepala sekolah dan guru baru karena setiap tahun ada yang pensiun," terang dia.
Dalam jangka waktu lima tahun, akan ada perubahan organik yang terjadi hingga 20 persen jumlah SDM pendidikan di Tanah Air.
"Proses transformasi pendidikan secara keseluruhan tidak bisa hanya dalam waktu lima tahun, bahkan bisa mencapai 15 tahun," kata dia lagi.***3***
"Konektivitas yang dimaksud adalah jaringan internet dan listrik," ujar Nadiem dalam konferensi pendidikan Akademi Edukreator di Jakarta, Rabu.
Untuk itu, perlu adanya kolaborasi seperti dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika hingga PLN. Ketersediaan listrik dan jaringan internet merupakan dua hal yang menjadi fondasinya.
"Baru setelah sumber daya manusia guru dan lainnya, tapi tidak bisa secara instan. Membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan lebih dari lima tahun," terang dia.
Dia menambahkan banyak daerah di kawasan terluar, terdepan dan tertinggal (3T) yang menjadi prioritas Kemendikbud.
Dalam membangun pendidikan, lanjut Nadiem, tidak bisa dengan waktu sebentar. Dalam membangun fondasinya saja membutuhkan waktu lima tahun.
"Setelah membangun fondasi, kemudian mencari formula dan mengidentifikasi. Hingga lima tahun ke depan, tugas Kemendikbud menentukan formula yang tepat untuk kepala sekolah dan guru baru karena setiap tahun ada yang pensiun," terang dia.
Dalam jangka waktu lima tahun, akan ada perubahan organik yang terjadi hingga 20 persen jumlah SDM pendidikan di Tanah Air.
"Proses transformasi pendidikan secara keseluruhan tidak bisa hanya dalam waktu lima tahun, bahkan bisa mencapai 15 tahun," kata dia lagi.***3***
Pewarta : Indriani
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pihak Nadiem bantah grup Whatsapp sengaja dibuat untuk pengadaan Chromebook
27 October 2025 14:33 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
DKPP Batam ajukan permohonan 1.200 dosis vaksin PMK sapi kurban tahun 2026
02 February 2026 12:36 WIB
Polda Kepri target turunkan angka pelanggaran lalu lintas diawal tahun 2026
02 February 2026 10:34 WIB
Polres Lingga tanam 200 bibit pohon pisang guna dukung program ketahanan pangan
31 January 2026 16:18 WIB