DPRD Lingga agendakan reses di tengah pandemi
Minggu, 31 Mei 2020 12:15 WIB
Masyarakat penerima bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Kepri (ANTARA/Nurjali)
Lingga (ANTARA) -
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga tetap mengagendakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat atau reses, pada 2020 ini di tengah kasus COVID-19 mulai mencapai puncaknya di wilayah Kepulauan Riau, bahkan di wilayah Lingga sudah ada satu kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia.
"Ini sangat miris di tengah daerah lain mengalokasikan anggaran reses untuk keperluan penanganan COVID-19 di wilayahnya, lembaga yang mewakili rakyat seperti anggota DPRD malah tetap melaksanakan kegiatan reses di tenggah pandemi ini," kata salah satu tokoh masyarakat Rudi Purwonugroho, kepada Antara, Minggu.
Menurut Rudi Purwonugroho saat ini Kabupaten Lingga membutuhkan perhatian semua pihak, khususnya para anggota DPRD Kabupaten Lingga yang seharusnya dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam menjalankan program pemerintah tentang penanganan dan pencegahan COVID-19 ini.
Sebagai perwakilan masyarakat DPRD Kabupaten Lingga seharusnya dapat mencontoh daerah-daerah lain, dimana hampir seluruh anggaran resesnya dikembalikan kepada kas daerah untuk penanganan COVID-19.
"Kita sangat sayangkan ini, apalagi kegiatan reses ini mengumpulkan banyak orang yang dilarang orang oleh pemerintah," sebutnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh masyarakat lainnya, Hasnidar menurutnya apa yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Lingga ini sangat membuat kekecewaan di tengah masyarakat, jika reses tersebut tetap dilaksanakan.
"Sekarang ini kita mau berhajat takut, dan aktivitas ekonomi kita parah, kenapa anggaran reses tersebut tidak diserahkan ke masyarakat saya kira anggarannya pasti besar," sebutnya.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga tetap mengagendakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat atau reses, pada 2020 ini di tengah kasus COVID-19 mulai mencapai puncaknya di wilayah Kepulauan Riau, bahkan di wilayah Lingga sudah ada satu kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia.
"Ini sangat miris di tengah daerah lain mengalokasikan anggaran reses untuk keperluan penanganan COVID-19 di wilayahnya, lembaga yang mewakili rakyat seperti anggota DPRD malah tetap melaksanakan kegiatan reses di tenggah pandemi ini," kata salah satu tokoh masyarakat Rudi Purwonugroho, kepada Antara, Minggu.
Menurut Rudi Purwonugroho saat ini Kabupaten Lingga membutuhkan perhatian semua pihak, khususnya para anggota DPRD Kabupaten Lingga yang seharusnya dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam menjalankan program pemerintah tentang penanganan dan pencegahan COVID-19 ini.
Sebagai perwakilan masyarakat DPRD Kabupaten Lingga seharusnya dapat mencontoh daerah-daerah lain, dimana hampir seluruh anggaran resesnya dikembalikan kepada kas daerah untuk penanganan COVID-19.
"Kita sangat sayangkan ini, apalagi kegiatan reses ini mengumpulkan banyak orang yang dilarang orang oleh pemerintah," sebutnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh masyarakat lainnya, Hasnidar menurutnya apa yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Lingga ini sangat membuat kekecewaan di tengah masyarakat, jika reses tersebut tetap dilaksanakan.
"Sekarang ini kita mau berhajat takut, dan aktivitas ekonomi kita parah, kenapa anggaran reses tersebut tidak diserahkan ke masyarakat saya kira anggarannya pasti besar," sebutnya.
Pewarta : Nurjali
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Danantara sebut Kesepakatan beli 50 pesawat Boeing oleh Garuda sudah ada sebelum Covid
29 July 2025 13:37 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB