Pelni operasikan enam kapal penumpang di awal new normal
Selasa, 7 Juli 2020 17:15 WIB
Kapal milik PT Pelni (Persero) saat berlabuh di Pelabuhan Baubau, Sultra. ANTARA/Azis Senong
Batam (ANTARA) - PT Pelni (Persero) mengoperasikan enam kapal penumpang untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di awal era normal baru.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro dalam keterangannya, Selasa, menyatakan enam kapal penumpang yang sudah dioperasionalkan yaitu KM Bukit Siguntang, KM Labobar, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo, KM Dorolonda, dan KM Kelimutu.
Ia menyampaikan perusahaannya mematuhi peraturan yang berlaku, termasuk protokol kesehatan COVID-19 selama melaksanakan kegiatan operasional.
"Menciptakan pelayaran yang aman dan selamat merupakan komitmen kami," kata dia.
Pelni tetap membatasi jumlah penumpang di atas kapal, yakni sebesar 50 persen dari kapasitas. Kru dilengkapi dengan APD yang wajib dipergunakan selama bertugas.
"Paling penting adalah para penumpang wajib menyertakan surat hasil rapid test ketika akan berpergian dengan kapal Pelni. Kami terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama menjalankan kegiatan operasional," kata Yahya.
Ia juga mengatakan pemerintah daerah turut mendukung dengan memberikan tes cepat COVID-19, kepada pelajar dan mahasiswa yang hendak berlayar menggunakan kapal Pelni.
"Pemda Flores menggratiskan pemeriksaan rapid test untuk pelajar dan mahasiswa. Ini bukti dukungan baik dari pemda untuk pelayanan masyarakat pengguna kapal Pelni," kata dia.
Selain enam kapal yang sudah beroperasi, Pelni juga menyiapkan beberapa kapal untuk segera berlayar.
Pada 8 Juli, KM Sinabung dijadwalkan mulai berlayar melayani rute Surabaya-Makassar-BauBau-Banggai-Bitung-Ternate-Bacan-Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura (PP).
Kemudian pada 10 Juli, dua kapal juga akan memulai operasional yaitu KM Kelud dengan rute Tanjung Priok-Kijang-Batam-Belawan (PP) dan KM Ciremai dengan rute Semarang-Tg Priok-Surabaya-Makassar-Baubau-Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura-Biak-Manokwari-Sorong-Namlea-Baubau-Makassar-Surabaya-Tanjung Priok.
Sedangkan KM Nggapulu dijadwalkan akan beroperasi Juli 2020 dengan rute Tanjung Priok-Surabaya-Makassar-Baubau-Ambon-Banda-Tua-Dobo-Fakfak (PP).
Sementara untuk kapal perintis, mulai 6 Juli Pelni mengoperasikan 20 kapal yakni KM Sabuk Nusantara (Sanus) 46, KM Sanus 68, KM Sanus 83, KM Sanus 80, KM Sanus 92, KM Sanus 99, KM Sanus 97, KM Sanus 106, KM Sanus 103, KM Sanus 115, KM Sanus 105, KM Sanus 90, KM Sanus 109, KM Sanus 48, KM Sanus 94, KM Sanus 69, KM Sanus 78, KM Sanus 108, KM Sanus 63, dan KM Sanus 107.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro dalam keterangannya, Selasa, menyatakan enam kapal penumpang yang sudah dioperasionalkan yaitu KM Bukit Siguntang, KM Labobar, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo, KM Dorolonda, dan KM Kelimutu.
Ia menyampaikan perusahaannya mematuhi peraturan yang berlaku, termasuk protokol kesehatan COVID-19 selama melaksanakan kegiatan operasional.
"Menciptakan pelayaran yang aman dan selamat merupakan komitmen kami," kata dia.
Pelni tetap membatasi jumlah penumpang di atas kapal, yakni sebesar 50 persen dari kapasitas. Kru dilengkapi dengan APD yang wajib dipergunakan selama bertugas.
"Paling penting adalah para penumpang wajib menyertakan surat hasil rapid test ketika akan berpergian dengan kapal Pelni. Kami terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama menjalankan kegiatan operasional," kata Yahya.
Ia juga mengatakan pemerintah daerah turut mendukung dengan memberikan tes cepat COVID-19, kepada pelajar dan mahasiswa yang hendak berlayar menggunakan kapal Pelni.
"Pemda Flores menggratiskan pemeriksaan rapid test untuk pelajar dan mahasiswa. Ini bukti dukungan baik dari pemda untuk pelayanan masyarakat pengguna kapal Pelni," kata dia.
Selain enam kapal yang sudah beroperasi, Pelni juga menyiapkan beberapa kapal untuk segera berlayar.
Pada 8 Juli, KM Sinabung dijadwalkan mulai berlayar melayani rute Surabaya-Makassar-BauBau-Banggai-Bitung-Ternate-Bacan-Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura (PP).
Kemudian pada 10 Juli, dua kapal juga akan memulai operasional yaitu KM Kelud dengan rute Tanjung Priok-Kijang-Batam-Belawan (PP) dan KM Ciremai dengan rute Semarang-Tg Priok-Surabaya-Makassar-Baubau-Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura-Biak-Manokwari-Sorong-Namlea-Baubau-Makassar-Surabaya-Tanjung Priok.
Sedangkan KM Nggapulu dijadwalkan akan beroperasi Juli 2020 dengan rute Tanjung Priok-Surabaya-Makassar-Baubau-Ambon-Banda-Tua-Dobo-Fakfak (PP).
Sementara untuk kapal perintis, mulai 6 Juli Pelni mengoperasikan 20 kapal yakni KM Sabuk Nusantara (Sanus) 46, KM Sanus 68, KM Sanus 83, KM Sanus 80, KM Sanus 92, KM Sanus 99, KM Sanus 97, KM Sanus 106, KM Sanus 103, KM Sanus 115, KM Sanus 105, KM Sanus 90, KM Sanus 109, KM Sanus 48, KM Sanus 94, KM Sanus 69, KM Sanus 78, KM Sanus 108, KM Sanus 63, dan KM Sanus 107.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mudik Lebaran, Pelni Tanjungpinang cegah calo melalui pembelian tiket secara online
19 March 2026 9:56 WIB
Pelni Batam tegaskan tersangka calo tiket kapal di Pelabuhan Batu Ampar bukan pegawai
18 March 2026 12:22 WIB
Ombudsman Kepri soroti layanan dan kepastian jadwal kapal jelang arus mudik 2026
09 March 2026 14:58 WIB
Pelni Batam prediksi puncak arus mudik tujuan Belawan terjadi pada 16 dan 19 Maret
06 March 2026 11:45 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemenhub apresiasi Batam beri akses pendidikan lewat subsidi tarif bus bagi pelajar
26 May 2026 13:47 WIB