Polisi temukan pendemo menyamar jadi Satpol PP
Rabu, 7 Oktober 2020 18:52 WIB
Polisi mengecek suhu tubuh pendemo UU Cipta Kerja yang menjadi anggota Satuan Polisi Pamong Praja gdungan di Pos Polisi Cengkareng, Jakarta, Rabu (7/10/2020). (ANTARA/Devi Nindy)
Jakarta (ANTARA) - Tim gabungan Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Cengkareng menemukan seorang pendemo menyamar menjadi anggota Satuan Polisi Pamong Praja di perempatan lampu merah Cengkareng.
Pendemo tersebut adalah Farhan, pemuda tanggung yang pada saat terjaring menyamar menggunakan seragam dan atribut Satpol PP lengkap di tengah 77 pemuda lainnya yang dihadang menuju Gedung DPR RI.
"Mereka mau ke Gedung DPR/MPR, tapi peralatan yang mereka bawa sama sekali tidak menunjukkan mereka mau sampaikan aspirasi. Ada yang bawa celurit ada yang nyamar jadi Satpol PP," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie Latuheru di Jakarta, Rabu.
Adapun Farhan mengaku dia masih berstatus pelajar SMA, dan mendapat seragam tersebut dari temannya yang merupakan mantan anggota Satpol PP Kota Tangerang.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Audie Latuheru memberi pembinaan kepada puluhan pemuda yang akan berdemo menuju Gedung DPR RI di Pos Polisi Cengkareng, Jakarta, Rabu (7/10/2020). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)
Sementara itu Audie mengungkapkan sebanyak 127 pendemo yang akan menuju gedung DPR dari kawasan Jakarta Barat ditahan oleh pihaknya.
Para pemuda tersebut kemudian ditahan untuk tes usap antigen di lokasi penangkapan. Kemudian terdeteksi ada dua pendemo yang menunjukkan hasil positif, dan dibawa ke Puskesmas oleh Gugus Tugas Kecamatan untuk tes usap PCR.
Adapun yang sehat, mereka diamankan ke masing-masing polsek terdekat lokasi penangkapan, mayoritas di Polsek Kembangan dan Polsek Cengkareng untuk pembinaan dan dikembalikan pada orang tuanya.
Pendemo tersebut adalah Farhan, pemuda tanggung yang pada saat terjaring menyamar menggunakan seragam dan atribut Satpol PP lengkap di tengah 77 pemuda lainnya yang dihadang menuju Gedung DPR RI.
"Mereka mau ke Gedung DPR/MPR, tapi peralatan yang mereka bawa sama sekali tidak menunjukkan mereka mau sampaikan aspirasi. Ada yang bawa celurit ada yang nyamar jadi Satpol PP," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie Latuheru di Jakarta, Rabu.
Adapun Farhan mengaku dia masih berstatus pelajar SMA, dan mendapat seragam tersebut dari temannya yang merupakan mantan anggota Satpol PP Kota Tangerang.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Audie Latuheru memberi pembinaan kepada puluhan pemuda yang akan berdemo menuju Gedung DPR RI di Pos Polisi Cengkareng, Jakarta, Rabu (7/10/2020). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)
Sementara itu Audie mengungkapkan sebanyak 127 pendemo yang akan menuju gedung DPR dari kawasan Jakarta Barat ditahan oleh pihaknya.
Para pemuda tersebut kemudian ditahan untuk tes usap antigen di lokasi penangkapan. Kemudian terdeteksi ada dua pendemo yang menunjukkan hasil positif, dan dibawa ke Puskesmas oleh Gugus Tugas Kecamatan untuk tes usap PCR.
Adapun yang sehat, mereka diamankan ke masing-masing polsek terdekat lokasi penangkapan, mayoritas di Polsek Kembangan dan Polsek Cengkareng untuk pembinaan dan dikembalikan pada orang tuanya.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus sabu 2 ton di Kapal Sea Dragon: Kejari Batam tegaskan tuntutan mati sesuai UU
22 February 2026 10:03 WIB
Batam tuan rumah rakor sinkronisasi kewenangan pusat daerah untuk Sumatera dan Jawa
22 October 2025 14:26 WIB
Kemenkopolkam bersama Kemendagri jaring aspirasi revisi UU 23/2014 zona barat
22 October 2025 12:38 WIB
Ungu : tak masalah lagunya diputar di tempat publik asal patuh pada aturan royalti
08 August 2025 15:01 WIB
Pemerintah pusat koordinasi dampingi psikologis keluarga korban bullying di Riau
01 August 2025 11:27 WIB
Menko Yusril sebut revisi UU pemilu pascaputusan MK sebaiknya diajukan pemerintah
02 July 2025 16:20 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Pengadilan Negeri Batam vonis 3 ABK kapal Sea Dragon kasus sabu hampir 2 ton
09 March 2026 18:23 WIB
Kasus restoran viral berakhir damai, Nabilah O'Brien dan Zendhy Kusuma sepakat cabut laporan
09 March 2026 6:13 WIB