
Legislator Bintan protes hasil tes antigen Puskesmas Kijang

Bintan (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Tarmizi melakukan protes kepada tenaga kesehatan Puskesmas Kijang lantaran hasil tes antigen terhadap 21 karyawan Swalayan WS berbeda dengan klinik di Tanjungpinang.
"21 karyawan (Swalayan) WS dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes antigen yang dilakukan Puskesmas Kijang, sedangkan hasil tes di salah satu klinik di Tanjungpinang, negatif," kata Tarmizi, di Puskesmas Kijang, Senin.
Kepala Dinas Kesehatan Bintan Gama AF Isnaeni juga berada di Puskesmas Kijang saat Tarmizi melakukan protes. Tarmizi mempertanyakan hasil tes usap dengan metode antigen yang berbeda tersebut.
Pihak puskesmas menegaskan bahwa hasil tes antigen yang mereka lakukan akurat.
"Tetapi mereka tidak menjawab apakah tes antigen yang dilakukan pihak klinik tidak akurat. Ini persoalannya," ujarnya.
Hasil tes antigen yang dilakukan klinik juga diakui sebagai syarat untuk berangkat ke luar daerah. Karena itu, ia berharap tidak hanya menjadikan hasil tes antigen di puskesmas atau rumah sakit yang menjadi acuan, karena klinik juga memiliki ijin dan kapasitas.
"Saya sebenarnya heran, kenapa perbedaan hasil itu terjadi? Padahal sama-sama dijadikan acuan. Ini seharusnya terjawab, sehingga tidak berpolemik" ucapnya.
Ia mengemukakan akibat tes antigen yang dilakukan pihak puskesmas, sebanyak 21 orang karyawan Swalayan WS diminta isolasi mandiri karena tidak memiliki gejala. Swalayan WS juga terpaksa tutup tiga hari akibat hasil tes usap antigen tersebut.
"Kalau mereka diwajibkan isolasi mandiri, siapa yang memberi nafkah kepada mereka? Seharusnya mereka diurus pemerintah selama isolasi mandiri," katanya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
