Digitalisasi bersemi di era pandemi

id Digitalisasi saat pandemi,kepri

Digitalisasi bersemi di era  pandemi

Pengemudi ojek daring menunggu pesanan makanan di salah satu restoran di Boxies123 Mall, Tajur, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/7/2021). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc. (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)

Lebih kurang dua pekan menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi COVID-19, membuat ruang gerak Iskantasya Prachika menjadi serba terbatas. Jangankan melakukan aktivitas di luar rumah, di dalam rumah saja gerak-geriknya dibatasi oleh yang namanya protokol kesehatan.

Wanita kelahiran Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu, dinyatakan positif COVID-19 tanpa gejala setelah kontak erat dengan salah seorang ahli keluarganya, persisnya pada bulan September 2021.

"Saat itu tim medis dari Dinas Kesehatan minta saya isolasi mandiri di rumah," kata wanita yang akrab disapa Tasya itu kepada ANTARA di Tanjungpinang, Jumat (19/11).

Selama isolasi mandiri, karyawati swasta televisi lokal itu lebih banyak mengurung diri di kamar. Ia membatasi diri berinteraksi dengan orang lain khususnya keluarga di rumah, sebab khawatir dapat menularkan wabah COVID-19.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok utala harian, seperti makan dan minum. Wanita kelahiran 5 Juni tahun 1993 itu terpaksa membelinya dari luar rumah.

Beruntung di era perkembangan digitalisasi sekarang ini, Tasya mendapat kemudahan bisa memesan makanan secara daring atau online. Dengan begitu, ia tidak perlu repot-repot pergi ke lokasi dan antre membeli makanan.

Hal ini sejalan pula dengan kondisi pandemi COVID-19 yang mengisyarakatkan masyarakat meminimalisir interaksi langsung atau tatap muka guna mencegah penyebarluasan virus tersebut.

Tasya lantas memilih satu layanan pesan antar makanan secara online "GoFood" yang terdapat pada aplikasi "Gojek" di telepon seluler miliknya. Gojek adalah sebuah perusahaan teknologi buatan anak bangsa Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek.

GoFood mempermudah Tasya mencari makanan kesukaaannya, karena cukup klik dengan ujung jari, seketika muncul pilihan tempat rumah makan/restoran berikut menu yang diminatinya.

Sehari-hari ia bisa memesan makanan dua kali dengan GoFood, yaitu pada pagi dan siang hari.

"Biasanya pesan menu ayam taliwang. Gurih dan pedas," katanya.

Menurutnya memesan makan via GoFood pun sangat mudah, yaitu tinggal buka GoFood di aplikasi Gojek, pilih menu favorit, masukkan alamat, lalu driver Gojek akan mengantar pesanan sesuai permintaan konsumen.

Dikarenakan tengah mengidap COVID-19, Tasya membatasi driver/pengantar makanan cukup mengantarkan pesanan di pagar depan rumahnya. Permintaan itu dia sampaikan melalui chat yang ada di fitur GoFood, sesaat sebelum pesanan diantar ke alamat yang bersangkutan.

Untuk pembayaran pesanan, wanita keturunan Arab itu memanfaatkan layanan GoPay, yakni uang elektronik yang bisa dipakai untuk melakukan transaksi pembayaran dan keuangan melalui aplikasi Gojek.

"Saldo GoPay saat itu ada Rp1 juta. Jadi memang tidak pakai uang tunai selama isolasi mandiri, semua pembayaran melalui digital," ujar Tasya.

Kemudahan

Setali tiga uang, seorang ibu rumah tangga di Tanjungpinang, Ernas Susanti pun merasakan sendiri kemudahan pesan antar makan dengan fitur GoFood.

Saat hamil anak pertama di tahun ini, ia kerap memesan makan lewat GoFood untuk memenuhi selera "ngidam" atau yang biasa dialami oleh ibu hamil pada umumnya.

Pernah suatu ketika, Erna bercerita tengah mengidam makanan cepat saji Richeese. Saat itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB malam, sementara kondisi cuaca sedang hujan deras.

Erna akhirnya mencoba memesan makanan itu lewat layanan GoFood. Namun, selama 45 menit awal tidak ditemukan ada driver Gojek yang bersedia mengambil tawaran pesanan tersebut.

Ia sempat pesismistis keinginan ngidamnya kala itu tidak terpenuhi, karena dihadapkan dengan situasi yang kurang memungkinkan.

"Eh, rupanya setelah 45 menit itu ada satu driver yang ambil orderan, lalu langsung diantar ke rumah. Bayangkan padahal saat itu sudah malam dan hujan deras pula," katanya.

Lain halnya dengan Wini, seorang ibu rumah tangga sekaligus penjual makanan ala luar negeri dim sum itu memanfaatkan layanan GoSend pada aplikasi Gojek guna mempermudah mengirim pesanan ke pelanggan.

GoSend adalah sebuah solusi pengiriman paket berskala kecil yang berkomitmen untuk mengantarkan barang atau dokumen dengan lebih mudah, cepat dan aman.

Wini yang menawarkan dagangannya secara online itu, menyebut mengirim pesanan dengan GoSend sangat mudah, di antaranya pada fitur GoSend sudah ada titik lokasi pengiriman, sehingga driver GoJek lebih gampang mencari alamat rumah si penerima.

Ibu satu anak ini merasa sangat puas, karena kehadiran GoSend telah memperluas jangkauan pelanggannya di pusat ibu kota Provinsi Kepulauan Riau itu. Tak ayal permintaan konsumen terhadap kuliner asal China buatannya itu pun makin meningkat saat pandemi COVID-19.

"Biaya pengiriman masih bersahabat. Tergantung jarak, misalnya Rp36 ribu," kata Wini.

Berbeda dengan Riko Saputra, seorang milenial di Kota Gurindam itu justru memanfaatkan fitur GoPay di aplikasi Gojek sebagai pengusir rasa jenuh ketika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dampak kenaikan kasus COVID-19 beberapa bulan yang lalu.

Riko yang kala itu lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan layanan GoPay Riko untuk mengakses layanan streaming film dan lagu-lagu sepuasnya.

Syaratnya, dia hanya perlu mengisi saldo di GoPay sebesar Rp120 ribu per bulan untuk berlangganan dua platform, khusus film dan musik.


Dari layanan itu, ia kini sudah memiliki akun legal atau resmi untuk menonton film dan lagu kesukaannya.

Sebelum itu, ia hanya menggunakan akun bodong yang dibeli melalui situs-situs penyedia layanan streaming di dalam hingga luar negeri.

GoPay juga menjadi ladang amal bagi karyawan swasta itu untuk berdonasi atau bersadakah secara online kepada mereka yang membutuhkan.

"Kemarin sadaqah bulan Ramadhan lewat GoPay," katanya.

GoPay, kata Riko, sangat-sangat membantu urusan keuangan digital masyarakat saat pandemi, apalagi bagi mereka yang tak punya kartu kredit.

Maksimalkan layanan

Di tengah situasi pandemi COVID-19, Gojek masih tetap mengandalkan tiga produk layanan andalan mereka, yaitu GoRide, GoCar dan GoFood.

Kendati harus diakui, perkembangan Gojek Provinsi Kepri yang wilayah operasionalnya meliputi Kota Batam dan Kota Tanjungpinang itu secara grafik mengalami naik-turun dipengaruhi pandemi.

Ketika kedua kota itu sempat masuk zona merah COVID-19 Dan berstatus PPKM level tiga dipicu kasus harian menyentuh ratusan orang pada Juli 2021. Servis gojek, terutama pada layanan GoRide atau kendaraan roda dua dan GoCar atau kendaraan roda empat sangat terdampak.

Kedua jenis layanan transportasi online itu juga diklaim tidak banyak memberikan kontribusi ke perusahaan sejak pandemi melanda daerah itu pada awal 2020 hingga 2021. Pemicunya banyak area publik ditutup dan masyarakat lebih banyak berdiam diri di rumah karena si virus tersebut.

Namun demikian, salah satu perusahaan startup terbaik di Indonesia bahkan Asia itu tetap bisa survive atau bertahan, sebab layanan pesan antar makan GoFood di daerah itu sepanjang tahun 2021 justru meningkat 45 persen dibanding tahun 2020.

Imbasnya driver atau mitra Gojek juga mendapat cuan, penghasilan mereka berdasarkan survei mencapai Rp200 hingga Rp300 ribu per hari.

“Alhamdulillah, sekarang untuk layanan GoRide dan GoCar juga berangsur membaik, seiring melandainya angka COVID-19,” kata Branch Manager Gojek Batam-Tanjungpinang.

Di sisi lain, Agung berkomitmen membenahi persoalan layanan Gojek yang masih dikeluhkan masyarakat di lapangan. Misalnya pada saat jam krusial seperti makan siang, makan malam hingga cuaca hujan, pihaknya masih keteteran dalam memenuhi permintaan driver pelanggan.

Menurutnya saat ini mitra/driver Gojek di Provinsi Kepri berjumlah sekitar 4.000 orang, yaitu 3.000 orang di Batam dan 1.000 orang di Tanjungpinang.

Gojek terus melakukan monitoring terhadap jumlah mitra mereka (driver). Ini menyesuaikan dengan demand atau tuntutan antusiasme masyarakat akan kebutuhan layanan tersebut.

"Sekarang 80 persen memadai, tapi khusus Batam mulai ada pembukaan penerimaan mitra baru," kata Agung.

Terus berinovasi

Perubahan tatanan kehidupan dunia akibat pandemi COVID-19, salah satunya memaksa masyarakat bertransformasi ke era digitalisasi.
Hal inilah yang kemudian mendorong perusahaan Gojek untuk terus berinovasi demi menjaga kelangsungan eksistem mereka di tengah-tengah masyarakat.

Khusus di Provinsi Kepri, Gojek menawarkan kemudahan bagi pengguna layanan berbasis digital tersebut.

Antara lain, ada program vouchering dari layanan GoRide dan GoCar, yaitu diskon hemat untuk seluruh pengguna dengan potongan sebesar Rp15 sampai Rp20 ribu.

Kemudian dalam rangka mendukung pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah, Gojek juga punya voucher go to school, di mana anak sekolah bisa mendapatkan diskon hingga Rp150 ribu.

"Vouchernya bisa diakses di aplikasi Gojek," katanya.

Tak hanya itu, pengguna Gojek di Batam dan Tanjungpinang juga dapat promo bulan tua dari GoFood, sehingga mereka bisa menebus murah makanannya dengan diskon hingga 35 persen.

Agung memastikan pihaknya bersedia membuka diri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan mereka.

Pandemi mendorong ekosistem usaha Gojek secara digital terus tumbuh.

Berdasarkan hasil kajian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian nasional tahun 2021 diperkirakan Rp249 triliun atau naik 60 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Masih kata Agung, untuk di Provinsi Kepri perusahaannya itu terus berkomitmen mengangkat perekonomian masyarakat kecil melalui program GoRide, GoCar, dan GoFood.

Pihaknya selalu membuka penerimaan mitra driver GoRide dan GoCar bagi warga yang terkena PHK dampak pandemi maupun belum memiliki pekerjaan dan ingin segera bekerja, dipersilakan melamar.

"Kalau mau berbisnis secara online, kami punya layanan GoFood. Silakan daftar via aplikasi Gojek, gratis tanpa dipungut biaya," ujar Agung.

Hal ini, menurutnya, sejalan dengan permintaan Wakil Gubernur Provinsi Kepri Marlin Agustina, yang secara khusus berharap agar Gojek memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam mendorong geliat pelaku UMKM di daerah tersebut.

Agung memastikan bahwa sektor UMKM menjadi bagian visi-misi Gojek di wilayah Provinsi Kepri, supaya terus berkembang dan menjadi besar melalui layanan GoFood.

Apalagi UMKM menjadi salah satu penopang ekonomi nasional di tengah mewabahnya COVID-19.

Sampai saat ini lebih dari 1.000 UMKM di Provinsi Kepri yang telah bergabung memasarkan produk mereka lewat layanan GoFood. Di luar itu masih ada ribuan UMKM yang belum bergabung dan diharapkan segera bergabung.

Pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Kota Batam agar UMKM di bawah naungan mereka segera didaftarkan ke GoFood. Gojek siap menaungi mereka mengikuti promo sesuai aturan perusahaan.

"Kami jamin, pelaku UMKM mendapat keuntungan lebih dari biasanya," katanya.

Gojek juga menjanjikan keuntungan mitra UMKM bahwa mereka selalu dapat promosi utama dari GoFood.

Misalnya memasarkan dari sisi media sosial Instagram dan Facebook.

Selain itu, ada program gatering class UMKM untuk mengetahui keinginan user dan pasar agar mereka tertarik.

"Kita berikan pelatihan seminggu sekali melalui virtual zoom secara gratis oleh tim Gojek," ucap Agung.

Berbagai kemudahan dan promo yang ditawarkan tersebut tentu harus dibarengi dengan jaminan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan dari Gojek untuk pengguna layanannya.

Perusahaan rintisan Nadiem Makarim itu memastikan selalu memantau para mitra/driver Gojek selalu mengikuti sistem keselamatan berkendara, senyum, salam sapa dan menjaga kebersihan.

Sebanyak 80 persen driver Gojek pun sudah divaksin dosis kedua untuk melindungi diri dan orang lain dari paparan COVID-19.
 

Keterangan : Isi dan maksud tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis, bukan tanggung jawab redaksi
Penulis :

COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE