Warga desa di Natuna keluhkan hilangnya sinyal seluler

id Natuna, kepri, sinyal, perbatasan, internet

Warga desa di Natuna keluhkan hilangnya sinyal seluler

Ilustrasi, tower Base Tranceiver Station (BTS) di Teluk Baruk, Desa Sepempang, Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau. (ANTARA/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Warga Desa Tanjung Balau Kecamatan Serasan, Natuna, Kepulauan Riau mengeluhkan tidak tersedianya sinyal telekomunikasi karena Base Tranceiver Station (BTS) di daerah tersebut rusak.

"Sudah lama sinyal hilang, awalnya masih ada, dalam sehari kadang ada muncul 2 jam saja, pagi hari, nanti siang dan sore hilang, saat ini hilang total sekitar satu bulan ini," kata Syarifudin Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Balau, Serasan, Natuna, Kepulauan Riau, di Ranai, Rabu.

Warga yang berada di perbatasan Indonesia - Malaysia Timur itu, mengatakan sinyal telah menjadi kebutuhan masyarakat dalam berbagai kegiatan.

"Segala urusan kami harus mencari cari sinyal di daerah lain, sementara ini segala urusan pekerjaan jadi terhambat," kata dia.

Hilangnya sinyal di daerah tersebut telah sering terjadi. Karena itu, ia berharap pemerintah segera menyelesaikannya.

Desa dengan jumlah penduduk 458 jiwa itu, mayoritas petani dan nelayan selama ini terbantu dengan adanya jaringan internet yang dibangun pemerintah pada 2010.

"Saat ini kegiatan warga telah ketergantungan dengan internet, mudah mudahan ada solusi, karena kondisi ini selalu berulang," kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE