
Wali Kota Medan studi banding penanganan pemukiman di Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA) - Wali Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dan jajaran melakukan studi banding tentang penanganan kawasan pemukiman kumuh pesisir ke Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kehadiran Wali Kota Bobby Nasution yang juga menantu Presiden Joko Widodo itu disambut langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang Rahma dan jajarannya di Aula Kantor Wali Kota Tanjungpinang di Senggarang, Selasa.
"Kami datang ke sini untuk mendapatkan ilmu dan konsep yang lebih baik dalam penataan kawasan kumuh pesisir," kata Bobby.
Ia berharap, studi banding ini menjadi acuan Pemkot Medan dalam mengusulkan program penataan kawasan kumuh pesisir ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Sehingga, setiap tahunnya kawasan kumuh pesisir di Medan tiap tahun terus berkurang, khususnya di daerah Belawan," ujar dia.
Ia optimistis penataan kawasan kumuh pesisir yang dilakukan secara berkesinambungan, bukan hanya mampu mengatasi rob, akan tetapi juga mengatasi masalah kemiskinan warga pesisir.
Menurut dia, apabila suatu kawasan pemukiman dibangun dengan layak, otomatis ekonomi di sekitarnya akan tumbuh lebih cepat.
"Inilah harapan dan cita-cita atas kehadiran kami di Tanjungpinang," ujar dia.
Wali Kota Tanjungpinang Rahma berterima kasih atas kehadiran Wali Kota Medan Bobby Nasution ke daerah itu
Ia mengatakan kunjungan Bobby Nasution menjadi catatan berharga bagi daerah setempat dan diharapkan membawa keberkahan bagi "Kota Gurindam" --sebutan untuk Kota Tanjungpinang.
"Biasanya kita lihat Pak Bobby lewat foto. Alhamdulillah sekarang langsung hadir di Tanjungpinang," ucap dia
Ia mengapresiasi Wali Kota Bobby Nasution dan jajaran karena menjadikan Tanjungpinang sebagai salah satu daerah studi banding perihal penanganan kawasan kumuh pesisir.
Ia mengklaim bahwa penataan wilayah kumuh pesisir di Tanjungpinang sudah terlaksana dengan baik.
"Beberapa fokus penataan kawasan pesisir di Tanjungpinang, yaitu Senggarang, Kampung Bugis, dan Tanjung Unggat," ucap Rahma.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
