Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama bulan Januari hingga November 2025 mencapai 1,7 juta orang atau meningkat 20,97 persen dan menjadi yang terbanyak sejak tahun 2020.
Menurut data BPS, jumlah kunjungan wisman Kepri pada tahun 2024 sebanyak 1,4 juta orang.
Sementara dibanding tahun 2020, kunjungan wisman Kepri tercatat sebanyak 407.463 orang, lalu 2021 sebanyak 2.559 orang, kemudian 2022 sebanyak 569.610 orang, 2023 sebanyak 1,3 juta orang, dan 2024 sebanyak 1,4 juta orang.
"Peningkatan kunjungan wisman Januari-November 2025 menandakan pemulihan di sektor pariwisata pasca pandemi COVID-19," kata Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati di Tanjungpinang, Senin (5/1).
Margaretha juga menyampaikan perkembangan kunjungan wisman secara month to month (m-to-m), yang tercatat ada sebanyak 175.902 wisman berkunjung ke Kepri pada November 2025, atau turun 10,54 persen dibanding Oktober 2025 yang sebanyak 175.902 kunjungan.
Penurunan itu terjadi akibat menurunnya jumlah kunjungan wisman di empat pintu masuk utama, yaitu Kota Batam sebesar 8,45 persen, lalu Kabupaten Bintan juga turun 25,48 persen, Kota Tanjungpinang turun 7,66 persen dan Kabupaten Karimun turun 7,06 persen.
Menurut dia, kunjungan wisman Kepri di November 2025 masih didominasi warga berkebangsaan Singapura sebanyak 78.280 kunjungan, disusul Malaysia 34.754 kunjungan, Tiongkok 6.545 kunjungan dan India 4.667 kunjungan.
"Selebihnya, Filipina 2.293 kunjungan, Korea Selatan 1.884 kunjungan, Myanmar/Burma 1.817 kunjungan, Inggris sebanyak 1.554 kunjungan, Jepang 1.290 kunjungan, Australia 1.288 kunjungan, dan Lainnya 22.997 kunjungan," ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan menyebut kenaikan kunjungan wisman periode Januari-November 2025 yang sebesar 20,97 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata bahwa upaya kolektif pemerintah provinsi, kabupaten/kota serta pelaku industri pariwisata di daerah tersebut.
Menurut Hasan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman berwisata, serta memastikan setiap tamu pulang membawa kenangan tak terlupakan.
"Kami mengakui adanya sedikit penurunan kunjungan wisman bulanan yang dipicu oleh fluktuasi kedatangan wisman dari Malaysia dan Batam, namun kita harus fokus pada lonjakan kunjungan tahunan yang fantastis," ujar Hasan.
Hasan menekankan perlunya evaluasi perkembangan destinasi wisata tahun 2025. Ia juga berharap kondisi ekonomi dan politik global membaik, sehingga tren kunjungan wisata ke Kepri terus meningkat dari waktu ke waktu.

Komentar