Tanjungpinang (ANTARA) - Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menargetkan 100 ribu kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) pada 2026.
Kepala Disbudpar Tanjungpinang Muhammad Nazri menyatakan optimistis mampu merealisasikan target kunjungan wisman tersebut, karena sudah menyiapkan beberapa strategi guna menarik minat wisatawan datang ke ibu kota Provinsi Kepri ini, antara lain menggelar kegiatan pariwisata bertaraf internasional pada 2026.
"Ada ajang internasional Dragon Boat Race, lalu Festival Sungai Carang, termasuk Kepri Art Culture yang akan digelar Pemerintah Provinsi Kepri tahun ini," katanya di Tanjungpinang, Kamis.
Baca juga: Jumat perdana 2026, cuaca Kepri diprakirakan berawan
Ia mengatakan agenda wisata internasional yang akan digelar itu menyesuaikan dengan jadwal liburan di negara tetangga, Malaysia dan Singapura, yang merupakan dua negara penyumbang kunjungan terbesar wisman di Tanjungpinang.
Selain itu, kata dia, tahun ini jalur penerbangan internasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang bakal dibuka kembali, sehingga diharapkan ikut mendongkrak kunjungan wisatawan asing ke daerah dengan sebutan "Kota Gurindam" itu.
"Mudah-mudahan terealisasi tahun ini. Pemerintah berencana membuka penerbangan dari India, Korea, hingga Malaysia ke Tanjungpinang," ujarnya.
Ia menyebut Disbudpar Tanjungpinang turut meningkatkan promosi pariwisata ke negeri jiran, seperti Johor, Malaysia melalui program Jiran Istimewa atau JIWA.
Dia mengatakan Tanjungpinang masih mengandalkan pariwisata budaya, religi, dan sejarah sebagai primadona bagi turis asing dari Malaysia, Singapura hingga negara-negara di Eropa, seperti Italia.
Baca juga: 220 wisatawan mancanegara perdana tahun 2026 tiba di Bintan
Wisman yang datang ke Tanjungpinang rata-rata menginap selama dua hari. Hal itu akan terus ditingkatkan melalui rangkaian agenda wisata yang lebih banyak dan panjang waktunya.
"Kita upayakan event-event wisata digelar empat hari sehingga masa tinggal wisatawan lebih lama, karena ini tentu berefek ganda pada perekonomian daerah," ucap Nazri.
Ia mengatakan jumlah kunjungan wisman Tanjungpinang periode Januari hingga Oktober 2025 mencapai 53 ribu orang, dan ditargetkan menyentuh 63 ribu orang per Desember 2025, dengan rata-rata kunjungan 5.000 orang per bulan.
Ia mengakui kunjungan wisman Tanjungpinang 2025 tidak dapat memenuhi target 100 ribu kunjungan dipicu minim agenda wisata bertaraf internasional, promosi wisata yang kurang masif, serta kondisi perekonomian regional maupun internasional.
"Kalau kunjungan wisatawan nusantara per Oktober 2025, sudah mencapai 630 ribu orang, cukup tinggi," demikian Nazri.
Baca juga:
Di Batam, Wamepar pantau destinasi wisata
250 wisman perdana tahun 2026 ke Tanjungpinang via jalur laut

Komentar