Logo Header Antaranews Kepri

Baznas latih 5.000 santri berwirausaha

Kamis, 21 Juli 2022 19:10 WIB
Image Print
Tangkapan layar - Ketua Baznas RI Noor Achmad. (FOTO ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-BAZNAS RI)
Harapan kita semuanya dengan santripreneur tersebut akan menjadikan para santri kreatif dalam menjalankan usaha, sehingga menuju arah kesuksesan dan bermanfaat bagi sekitar

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar pelatihan wirausaha bagi sebanyak 5.000 orang dalam program Santripreneur sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi para santri.

"Harapan kita semuanya dengan santripreneur tersebut akan menjadikan para santri kreatif dalam menjalankan usaha, sehingga menuju arah kesuksesan dan bermanfaat bagi sekitar," kata Ketua Baznas Noor Achmad di Jakarta, Kamis.

Program Baznas Santripreneur, katanya, merupakan program pembinaan, pendampingan, dan pelatihan bisnis serta bantuan modal usaha yang ditujukan kepada para alumni santri demi menguatkan dan meningkatkan kesejahteraan.

Ia menjelaskan Santripreneur menyasar para alumni santri yang datang dari keluarga mustahik (penerima manfaat), yang diharapkan dapat berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan hidup mereka.

Dengan bekal berwirausaha, kata dia, para alumni santri diharapkan dapat menjadi role model kesuksesan dan menjadi contoh baik bagi orang sekitar.

Sementara itu, Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan mengatakan program Santripreneur adalah bagian dari upaya lembaganya dalam memberdayakan potensi dan sosial kapital pesantren.

"Karena kalau dilihat dari jumlah pesantren di Indonesia kita punya 34.632 pesantren yang santrinya mencapai sekitar 4,7 juta. Ini adalah sosial kapital yang akan diberdayakan oleh Baznas, yang akan jadi penggerak ekonomi dan memunculkan inovator-inovator berbasis pesantren," katanya.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 5.000 santri dilatih Baznas berwirausaha dorong kemandirian ekonomi



Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026