Lebak (ANTARA) - Seorang warga Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten digigit ulat berbisa hingga meninggal dunia, akibat terlambat mendapatkan perawatan medis.
Dalam sepekan terakhir, dilaporkan lima warga Badui yang digigit ular berbisa. Satu orang juga diketahui harus menjalani amputasi karena kondisi kaki sudah membusuk setelah dibawa ke tenaga medis tersebut.
"Saya kira berbahaya jika korban gigitan ular tidak cepat ditangani medis bisa mengakibatkan kematian," kata dia menjelaskan.
Menurut dia, dirinya sangat miris sekali melihat tiga unit puskesmas di perbatasan kawasan pemukiman Badui yakni Puskesmas Cirinten, Puskesmas Bojongmanik dan Puskesmas Cisimeut kehabisan pasokan obat anti bisa ular.
Sementara pasien warga Badui korban gigitan ular berbisa terkendala untuk diobati di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, karena tidak punya BPJS Mandiri maupun BPJS PBI bantuan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan saat ini ular berbisa yang mematikan itu jenis ular tanah, sehingga jika digigit maka cepat ditangani tenaga medis.
"Kami minta warga jika ke ladang gunakan sepatu bot dan bila digigit ular berbisa segera dilarikan ke puskesmas maupun rumah sakit untuk menyelamatkan jiwa," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lima warga Badui digigit ular berbisa satu di antaranya meninggal

Komentar