
Dishub Karimun Usul Turunkan Tarif Parit Rampak

Karimun, 5/8 (ANTARA News) - Dinas Perhubungan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau akan mengusulkan penurunan tarif penyeberangan Parit Rampak, Kecamatan Meral menuju Mengkapan, Buton, Riau ke Kementerian Perhubungan menanggapi keluhan pedagang yang menilai tarif saat ini kemahalan.
"'Kami segera menyurati surat kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) seperti yang diinginkan pedagang,'' kata Kepala Dinas Perhubungan Karimun Cendra Nawazir, di Tanjung Balai Karimun, Kamis 5 Agustus 2010.
Cendra mengatakan akan berupaya keras meski sangat kecil kemungkinan usul itu disetujui kementerian.
Dia menuturkan, kenaikan tarif untuk semua jenis penumpang dan angkutan sejak Juli 2010 bukan kebijakan PT Angkutan Sungai Danau dan Pelabuhan (ASDP), selaku pengelola Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Senangin, melainkan berdasarkan tarif dari Kemenhub.
''Sebenarnya bukan naik, tapi penyesuaian karena tarif penyeberangan sebenarnya diatur oleh Kemenhub. Sedangkan tarif sebelumnya merupakan tarif sementara yang ditetapkan direksi ASDP,'' katanya.
Dia menjelaskan, tarif sekarang ditetapkan berdasarkan rumus tertentu di Kemenhub, antara lain perhitungan jarak tempuh dan biaya operasional dalam setiap kali penyeberangan.
''Perhitungan itu berlaku nasional. Besarnya tarif Parit Rampak-Mengkapan karena jarak tempuhnya juga jauh mencapai 11 jam. Berbeda jauh dengan penyeberangan Merak-Bakauheni yang hanya 6 jam,'' ucapnya.
Menurut dia, persetujuan penurunan tarif tidak dapat berlaku untuk satu jenis angkutan, tetapi akan terjadi penyesuaian pada seluruh angkutan maupun penumpang.
''Tidak mungkin tarif angkutan umum saja yang turun sehingga sama dengan angkutan pribadi. Artinya, akan terjadi penyesuaian untuk semua jenis angkutan,'' tuturnya.
Dia menambahkan, meski terjadi kenaikan, biaya operasinal KMP Senangin sebenarnya masih disubsidi pusat karena merugi.
"Di Indonesia, jasa penyeberangan yang mendapat laba hanya di Merak Bakauheni dan Bali,'' tambahnya.
Sebelumnya Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Karimun Amirullah menilai tarif angkutan yang mahal menyebabkan harga sembako ikut mahal.
'Seharusnya keberadaan kapal penyeberangan meringankan warga masyarakat, salah satunya mendapatkan harga sembako murah. Namun, kenyataannya tidak justru membuat mahal harga pasar.
Menurut dia, saat ini banyak distributor yang beralih ke kapal laut atau menggunakan pesawat terbang melalui Batam dalam mendistribusikan kebutuhan pokok warga. (Rds/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
