
Gubernur Kepri Ajak Rakyat Tingkatkan Pengisian Kemerdekaan

Batam (ANTARA News) - Gubernur Kepulauan Riau Haji Muhammad Sani mengajak rakyat memaknai peringatan ulang tahun kemerdekaan bangsa dengan berperan dalam pembangunan di segala bidang agar Indonesia lebih merdeka secara politik, ekonomi dan budaya.
Menghargai jasa jutaan orang pahlawan yang gugur merebut dan mempertahankan kemerdekaan hendaklah bukan dengan meratapi sejarah atau sekadar menabur bunga di pusara pahlawan, melainkan mengisi dengan pembangunan di segala bidang kehidupan, katanya dalam pesan tertulis pada upacara HUT ke-65 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, di Kawasan Industri Batamindo, Batam, Selasa 17 Agustus 2010.
Dibacakan Komandan Gugus Keamanan Laut Armada bagian Barat Laksamana Pertama TNI Ade Supandi, Gubernur Sani mengajak rakyat Kepri bahu-membahu bersama pemerintah membangun kemakmuran Kepri yang berjuluk Negeri Segantang Lada.
Isilah kemerdekaan dengan perjuangan di segala bidang agar Indonesia selain sejajar dengan bangsa-bangsa lain benar-benar secara politik, juga merdeka dari aspek ekonomi dan budaya, katanya.
Sebagai provinsi yang baru berusia enam tahun, Kepri telah berkembang ke arah kondisi yang lebih baik di banding kondisi menjadi provinsi mandiri, kata Gubernur kepada sekitar 3.000 karyawan dari kira-kira 62 ribu pekerja di 76 industri dalam kompleks Batamindo.
Dalam upacara yang antara lain dihadiri General Manager Batamindo Investment Cakrawala John Sulistiawan serta sesepuh Batam Nyonya Sri Soedarsono, ia mengemukakan, mulai 2011 pembangunan di Kepri fokus pada peningkatan ekonomi lokal melalui sektor perikanan dan kelautan; penurunan angka kemiskinan, serta pengurangan jumlah desa tertinggal.
Tahun depan adalah awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM) II Kepri setelah pelaksanaan RPJM I (2005-2010) menghasilkan 74,2 indeks pembangunan manusia (IPM) Kepri 74,2, atau di atas rata-rata 71, 17 IPM nasional.
Pencapaian IPM yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan ketimbang pada enam tahun sebelum provinsi Kepri berdiri, katanya, belum untuk berpuas diri sebab masih rendah dibanding 91,9 IPM Singapura ataupun 82,3 IPM Malaysia.
Jumlah warga miskin di Kepri, masih 268,8 ribu orang atau 18,51 persen dari jumlah populasi penduduk dan diharapkan menurun menjadi di bawah 10 persen pada tahun 2015, begitupun desa tertinggal yang masih 173 ditargetkan menjadi 95 pada akhir RPJP II Kepri.
Kontribusi sektor kelautan dan perikanan Kepri dewasa ini 5 persen untuk produk domestik regional bruto (PDRB) dan diharapkan menjadi di atas 10 persen pada 2015, kata Sani.
Pencapaian sasaran tersebut, ujar Gubernur akan dibarengi dengan pembangunan infrastruktur pelabuhan, pendidikan, kesehatan dan pertanian serta alokasi dari APBD Kepri untuk tujuh pemerintah kabupaten dan kota.
Sani dijadwalkan pada 19 Agustus 2010 dilantik menjadi Gubernur Kepri definitif periode 2010-2015 setelah terpilih dalam Pilkada 26 Mei 2010.
Selaku Plt Gubernur Kepri periode 2005-2010, ia memimpin upacara HUT ke-65 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Tanjungpinang.
Komandan upacara tingkat provinsi adalah Mayor Laut (Pelaut) Haryono Poernomo, sedang tim petugas pengibar duplikat bendera pusaka beranggotakan M Zulfikar (siswa Kabupaten Karimun) Joni Ariyo Primadona (Bintan), Bayu Dwi Setio (Batam) Melda Oktafia (Karimun). (A013-HM/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
