Logo Header Antaranews Kepri

IDI Cianjur mengerahkan seluruh dokter bantu tangani korban gempa

Senin, 21 November 2022 19:32 WIB
Image Print
Korban gempa bumi Cianjur, Jawa Barat di tenda darurat yang disediakan unsur terkait dan pemerintah setempat, Senin (21/11/2022). ANTARA/HO-IDI

Jakarta (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cianjur Jawa Barat mengerahkan seluruh anggota dokter untuk membantu menangani korban gempa yang membutuhkan perawatan medis.

"Ada 200 tenaga medis dokter umum dan dokter spesialis anggota IDI Cianjur, mereka yang bertugas di wilayah Cianjur pun turun menangani korban gempa," kata Ketua IDI cabang Cianjur dr Ronny Hadyanto melalui pernyataan resmi IDI yang diterima di Jakarta, Senin.

Gempa dengan magnitudo 5,6 berpusat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hari ini menelan puluhan korban jiwa dan ratusan orang luka-luka. BNPB melaporkan data terkini jumlah korban gempa Cianjur berjumlah 46 orang meninggal dunia dan sekitar 700 orang terluka.

Ronny mengatakan, IDI juga sudah berkoordinasi dengan unsur terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dinas Kesehatan Cianjur, Pemerintah Kabupaten untuk menyiapkan rumah sakit darurat di Pendopo Kabupten Cianjur.

Dikatakan Ronny, korban meninggal dunia terdiri atas dewasa, lansia, dan anak-anak. Korban sempat dibawa menuju RSUD Sayang Cianjur dan RSUD Cimacan.

"Korban meninggal akibat cedera di kaki dan kepala. Sementara itu korban yang luka secara total mencapai lebih dari 700 orang," kata dia.

Ronny melaporkan, RSUD Sayang Cianjur hingga saat ini menampung lebih dari 200 korban luka akibat gempa bumi.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Jawa Barat Eka Mulyana mengatakan pihaknya mengerahkan tim siaga bencana yang dilengkapi tenda peleton dan obat-obatan.

"Kami telah berkoordinasi dengan sejumlah IDI cabang di Jawa Barat dan sekitar Cianjur untuk membantu dari sisi tenaga medis," kata dia.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IDI Cianjur kerahkan seluruh tenaga dokter bantu korban gempa



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026