
Gubernur Kepri Sambut Baik FFI di Batam

Batam (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau HM Sani menyambut baik rencana pelaksanaan Festival Film Indonesia tahun 2010 di Batam.
"Gubernur sangat menyambut baik pelaksanaan 'vent'perfilman nasional di Batam," kata Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Rudi Panjaitan, Senin usai mendampingi Komite FFI bertemu dengan Gubernur.
Rudi mengatakan bahwa Batam sangat siap untuk menjadi tuan rumah FFI 2010 dan sudah banyak terobosan yang dilakukan untuk mempersiapkan event akbar ini.
Dia menyebutkan digelarnya FFI di Kota Batam diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Batam, khususnya wisatawan dari Singapura dan Malaysia.
"Banyak penggemar film nasional kita yang berasal dari Singapura maupun Malaysia," kata dia.
Untuk waktu pelaksanaan, Komite FFI telah mengajukan tanggal 5 hingga 7 Desember 2010, kata Rudi.
Ia menyebutkan sebagai kota yang memiliki kesiapan sebagai tuan rumah, Batam telah menyiapkan dua tempat untuk pelaksanaan acara yakni Sumatera Convention Centre dan Kawasan Megawisata Ocarina.
"Kedua tempat itu memiliki kemudahan aksesibilitas serta dekat dengan pusat bisnis Batam Centre yang juga mudah dijangkau masyarakat," ujar Rudi.
Untuk masuk ke area lokasi FFI nantinya, masyarakat atau pengunjung tidak akan dipungut biaya alias gratis.
Selama festival, panitia akan memutar film-film yang masuk dalam nominasi FFI 2010 selama seminggu penuh.
Dia mengatakan bahwa di samping panggung utama akan dibuat layar lebar dengan model layar tancap yang pola penyajiannya akan dimodernkan.
"Jadi semangatnya seperti layar tancap tradisional tapi akan disediakan kursi-kursi untuk penonton dan tamu VIP seperti misalnya petinggi pemerintah atau artis-artis," ujarnya.
Selain pekan film, jalannya acara FFI di Batam juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni Melayu serta dibuat stan-stan bazar yang isinya terkait dengan budaya Melayu.
Artis-artis yang datang juga akan dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Batam dengan cara berpawai keliling.
"Fungsi edukasi acara ini juga dikedepankan yaitu melalui workshop pembuatan film animasi, film pendek, dan film dokumenter," kata Rudi.
Tujuannya, kata Rudi, yaitu untuk mengasah kemampuan masyarakat Batam yang mempunyai hobi di bidang sinematografi.
Usai pertemuan dengan Gubernur di Tanjungpinang, Komite FFI yang diketuai Niniek L. Karim itu melanjutkan kunjungan ke lokasi pembuatan film animasi di Nongsa.
Rudi menjelaskan anggaran pelaksanaan FFI ini berasal dari Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Batam. (ANT-142/KWR/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
