Logo Header Antaranews Kepri

Kenaikan Harga Pasir di Batam Dinilai Wajar

Jumat, 24 September 2010 16:09 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Kenaikan harga pasir di Batam, Provinsi Kepulauan Riau dinilai wajar mengingat hal tersebut merupakan konsekuensi dari pemberlakuan pelarangan aktivitas penambangan pasir.

"Kenaikan harga pasir itu wajar dan merupakan konsekuensi," kata Ahmad Hijazi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam, Jumat.

Menurut Hijazi aktivitas penambangan pasir darat di Batam selama ini dapat dikategorikan liar dan tidak memberikan kontribusi pemasukan pajak bagi pemerintah.

Selama ini, lanjut dia, pelaku bisnis properti di Batam mendapatkan kemudahan mendapatkan pasir dengan harga murah dari aktifitas penambangan liar itu.

Harga pasir sebelum dilakukan pelarangan aktifitas penambangan hanya sekitar Rp320 ribu per truk kapasitas lima meter kubik, namun meroket menjadi Rp350 ribu per kubik.

Hijazi menilai harga itu terlalu murah bila dibandingkan dengan harga pasir di kota-kota lain yang mencapai Rp400 ribu per meter kubik.

"Silakan dibandingkan dengan Jakarta ataupun kota-kota lain di Jawa yang memiliki penambangan resmi, harga pasir di Batam masih tergolong murah," kata dia.

Kualitas pasir di Batam, lanjut dia, cukup baik dan tidak perlu dilakukan pencucian kembali.

Selain itu, pendeknya mata rantai transportasi dan tidak adanya pajak menyebabkan harga pasir menjadi murah.

Hijazi juga mengakui kenaikan harga pasir ini akan berimbas pada kenaikan harga produk properti di Batam sekitar 10 hingga 15 persen.

Menurutnya kenaikan harga itu memang tidak dapat dihindari namun dia yakin tidak akan berpengaruh pada iklim usaha properti.

Dia meminta kepada para pengusaha properti bukan hanya berbicara atas nama bisnis namun juga harus memperhatikan aspek penyelamatan lingkungan dari aktifitas penambangan pasir.

Untuk mengantisipasi kelangkaan pasir di Batam, Hijazi mengatakan empat perusahaan yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Eksportir Pasir Kepulauan Riau (Hipepari) di Karimun, Bintan, dan Lingga menyatakan kesiapannya mendatangkan pasir ke Batam.

Pemkot Batam telah menunjuk pelabuhan Batubesar Nongsa, pelabuhan Jembatan II, dan pelabuhan Sri Mas Batuampar sebagai pelabuhan bongkar muat pasir.

Kebutuhan pasir di Batam minimal 40 ribu kubik per bulan dan Pemkot Batam yakin Hipepari akan mampu menjamin ketersediaan stok pasir di Batam, kata Hijazi.

"Saat ini pasokan pasir dari luar Batam sudah masuk dengan kuantitas sebanyak 4 ribu ton untuk sekali pasok," jelas dia.
(ANT-142/B012/Btm2)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026