Logo Header Antaranews Kepri

Panwaslu Karimun Dapat Talangan Rp50 Juta

Kamis, 30 September 2010 00:18 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Karimun mendapatkan dana talangan sebesar Rp50 juta dari pemerintah daerah setempat untuk biaya operasional pengawasan Pemilihan Kepala Daerah 5 Januari 2011.

''Dari Rp183 juta yang kami usulkan, yang disetujui pemerintah daerah hanya Rp50 juta,'' kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karimun Eko Purwandoko, di Tanjung Balai Karimun, Rabu 29 September 2010.

Eko mengatakan, dana sebesar itu belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional pengawasan Pilkada yang sudah tahap pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati serta pengumuman Daftar Pemilih Sementara.

''Untuk bimbingan teknis Panwascam saja tidak cukup, apalagi untuk kegiatan lainnya,'' katanya.

Menurut dia, dana tersebut hanya cukup untuk membayar hutang berupa sewa ruko, perekrutan dan seleksi anggota Panwascam pekan lalu serta operasional di sekretariat Panwaslu.

"Sedangkan untuk gaji Panwascam dan perekrutan pengawas lapangan terpaksa mengharapkan anggaran APBD Perubahan 2010. Kami berharap dana itu segera dikucurkan pemerintah daerah,'' ucapnya.

Dia menjelaskan, honor setiap anggota Panwascam sebesar Rp1,5 juta per bulan dengan total 27 anggota untuk sembilan kecamatan. Sedangkan honor pengawas lapangan masing-masing Rp750 ribu dengan 54 orang untuk 54 kelurahan dan desa.

''Akumulasikan saja berapa gaji Panwascam yang harus kami bayarkan serta ditambah gaji pengawas lapangan,'' katanya.

Dia berharap pemerintah daerah memberikan dana tambahan yang akan diprioritaskan untuk pelaksanaan bimtek Panwascam, pembentukan pengawas lapangan serta pembayaran honor.

"Atau, anggaran dari APBD-P sebesar Rp1,6 miliar segera dikucurkan,'' katanya.

Dia menambahkan, pengawasan tahapan Pilkada tidak optimal karena tiga anggota Panwaslu tidak mungkin memonitor adanya pelanggaran mengingat luasnya wilayah Karimun.

"Karimun terdiri atas pulau-pulau, kami hanya bisa mengawasi di pulau besar, seperti Karimun Besar dan Kundur. Sedangkan pulau kecil sulit,'' katanya menandaskan. (ANT-028/M020/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026