Logo Header Antaranews Kepri

Panwas Pilkada Temukan 494 Calon Pemilih Ganda

Jumat, 27 Juli 2012 18:40 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menemukan 494 calon pemilih ganda di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

"KPU Tanjungpinang hanya menemukan sekitar 340 calon pemilih ganda untuk seluruh Tanjungpinang, tetapi kami temukan lebih dari itu hanya di Kecamatan Tanjungpinang Timur," kata Ketua Panwas Pilkada Kota Tanjungpinang Masfurqon.

Ia mengungkapkan, calon pemilih ganda ini terdiri dari Kelurahan Air Raja sebayak 179 orang, Kelurahan Pinang Kencana 142 orang, Kelurahan Batu Sembilan 77 orang, Kelurahan Kota Piring 54 orang, dan Kelurahan Kampung Bulang sebanyak 42 orang.

"Jumlah calon pemilih ganda kemungkinan bertambah karena kami belum mendata di tiga kecamatan lainnya. Hasil investigasi di tiga kecamatan lainnya akan kami umumkan dalam waktu dekat," ujarnya.

Daftar calon pemilih ganda itu ditemukan berdasarkan hasil investigasi tim Panwas Pilkada Tanjungpinang. Mereka baru menelusuri data penduduk pemilih potensial pemilu yang berasal dari Dinas Kependudukan Tanjungpinang.

KPU Tanjungpinang diharapkan memperhatikan temuan itu sebelum menetapkan daftar pemilih sementara karena jika terdapat pemilih ganda pada saat pilkada, akan menjadi masalah yang sulit diselesaikan, bahkan dapat dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menggagalkan hasil pilkada.

"Kami bukan ingin mencari-cari kesalahan, tetapi kami meminta lembaga penyelenggara pilkada segera menindaklanjuti temuan itu untuk menghindari konflik hasil pilkada," ujarnya.

Masfurqon mengemukakan, pemilih ganda dapat merugikan calon tertentu, dan terbuka kemungkinan menguntungkan calon lainnya. Karena itu, kata dia, untuk menciptakan pilkada yang adil, masalah pemilih ganda harus dituntaskan sebelum pemungutan suara.

"Hampir di setiap pelaksanaan pilkada di Indonesia, pemilih ganda selalu menjadi masalah, tetapi bukan berarti masalah itu tidak dapat diselesaikan. Lebih baik diselesaikan lebih awal ketimbang menjadi masalah di kemudian hari," katanya. (KR-NP/N002)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026