Logo Header Antaranews Kepri

Cuaca Ekstrem di Batam Hingga Januari

Kamis, 30 September 2010 21:22 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Cuaca ekstrem di Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang ditandai curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga Januari 2011, kata kepala Pusat Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Batam, Agus Salim.

"Curah hujan tinggi masih akan berlangsung di Batam hingga empat bulan ke depan," kata Agus di Batam Kamis 30 September 2010.

Ia mengatakan cuaca ekstrem ini merupakan pengaruh dari musim peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Peralihan musim ini ditandai dengan banyaknya penguapan yang terjadi akibat hangatnya suhu muka laut karenapengaruh La Nina.

Pemanasan suhu muka laut ini atau efek La nina ini, lanjut Agus, disebabkan karena posisi matahari yang tepat berada di atas ekuator.

"Penguapan inilah yang memicu munculnya awan-awan konvektif yang menyebabkan curah hujan tinggi," kata Agus.

Masyarakat akan sering melihat awan-awan konvektif pembentuk hujan dan diatasnya masih ada kumpulan awan comullus nimbus yang menyebabkan angin dan petir.

Agus menyebutkan curah hujan tinggi pada Senin, 27 September 2010 diakui termasuk situasi ekstrem.

Pantauan BMKG Hang Nadim saat itu mendapati curah hujan di atas 200 milimeter per hari lebih tinggi dari biasa.

"Biasanya curah hujan 50 milimeter per hari saja sudah masuk kategeori hujan deras," katanya.

Pada bulan September hingga Oktober, hujan diperkirakan akan terjadi pada siang hari sekitar jam 11 dan akan reda pada sore hari.

Memasuki pertengahan Oktober cuaca kembali akan dipengaruhi keadaan global yang berakibat tekanan udara di wilayah Asia tinggi sementara di wilayah Australia bertekanan rendah.

Sehabis musim La Nina, cuaca di wilayah barat Indonesia akan beralih ke musim El Nino dimana sedikit terjadi penguapan dan efek musim kering dan panas diperkirakan akan terjadi.

Sementara itu, laporan di lapangan, warga Sungai Panas, Batam Kota, warga mengantisipasi banjir yang dikhawatirkan terjadi dengan memasang karung-karung berisi pasir di dekat saluran pembuangan air.

Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban yang terperosok ke dalam saluran air akibat tertutup luapan banjir. (ANT-142/A033/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026