Logo Header Antaranews Kepri

Armada Kapal Nasional Bertambah 50 Persen

Selasa, 19 Oktober 2010 16:45 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Armada kapal nasional bertambah sekitar 50 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kata Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi R Hamdani.

Pada 2005, jumlah armada kapal nasional sekitar 6.041 unit dan pada 2010 meningkat menjadi 9.309 unit, katanya di Batam, Kepulauan Riau, Selasa 19 Oktober 2010.

"Dalam kurun waktu lima tahun telah terjadi peningkatan jumlah armada kapal nasional sekitar 3.268 unit," ujar Hamdani saat membuka Marine Batam Expo 2010 di Batam.

Menurut dia, peningkatan jumlah armada kapal nasional merupakan penjabaran dari Instruksi Presiden No.5 tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional.

Inpres itu, kata dia, menginstruksikan kepada 13 kementerian dan para gubernur, bupati dan wali kota di seluruh Indonesia mengambil langkah-langkah terintegrasi yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.

"Pascapenerbitan inpres itu, kebutuhan sarana kapal dan produk industri manufaktur maritim dalam negeri lainnya meningkat secara signifikan," kata dia.

Ia mengatakan peningkatan kebutuhan armada dibarengi dengan peningkatan kebutuhan produk dan jasa industri maritim pendukung lain seperti perlengkapan peralatan maritim yang aman, komponen maritim dan mesin maritim.

Selain itu, peningkatan armada juga merangsang industri galangan kapal untuk merawat dan memperbaiki kapal-kapal itu, kata dia.

Meski tumbuh pesat, namun menurut dia, kemajuan industri maritim belum mampu membawa Indonesia menjadi negara industri maritim yang kuat di dunia.

Ia mengatakan industri maritim masih bergantung pada komponen impor, sehingga daya saing masih kecil.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi mengatakan pertumbuhan industri maritim di Batam sangat pesat.

Industri maritim di Batam, katanya, membantu pengembangan industri lain, sehingga membuat ekonomi lebih berputar. (Y011/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026