
Pesawat Qantas Bermasalah Mendarat Darurat di Singapura

Batam, (ANTARA News/CNA/AFP) - Sebuah pesawat Qantas A380 superjumbo melakukan pendaratan darurat dramatis di Singapura, Kamis, setelah mengalami masalah mesin di udara Indonesia. Ini merupakan pendaratan darurat pertama yang melibatkan pesawat superjumbo.
Pesawat double-decker, yang lepas landas dari Singapura menuju Sydney membawa 433 penumpang dan 26 awak, membuang bahan bakar di Indonesia sebelum kembali ke Bandara Changi, Singapura.
Seorang juru bicara Bandara Changi Group seperti dikutip kepri.antaranews.com dari Channel Newsasia.com mengatakan pesawat Qantas yang bermasalah telah kembali ke Changi "untuk alasan teknis" .
Penerbangan Qantas A380, QF 32, menuju Sydney, Australia, berangkat dari Bandara Changi Singapura pada Kamis pukul 09.56 waktu setempat (08.56 WIB).
Karena mengalami masalah mesin di Batam, Indonesia, pesawat tersebut berputar-putar untuk pendaratan darurat.
Pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat di Terminal 1 Bandara Changi, Singapura pada 11:46 waktu Singapura.
Enam mobil pemadam kebakaran langsung menyerbu pesawat A380 yang mendarat, dan melakukan penyemprotan cairan di atasnya, menurut wartawan AFP.
Salah satu mesin di sayap kiri kelihatan hilang, dan daerah sekitarnya hitam, katanya.
Pemerintah Australia mengatakan tidak ada penumpang atau awak yang celaka dalam insiden tersebut.
"Penerbangan itu telah mendarat dengan selamat di Changi Airport dan tidak ada penumpang atau awak yang terluka," kata sumber Departemen Luar Negeri.
Puing pesawat tersebut tampaknya adalah bagian dari ekor pesawat jet Qantas ditemukan di Kota Batam, Indonesia, setelah ledakan udara terdengar.
"Saya tidak melihat kecelakaan pesawa,t tetapi saya mendengar ledakan keras di udara Ada. Pecahan logam turun dari langit ke kawasan industri di Batam," kata saksi Noor Kanwa AFP.
Seorang juru bicara untuk Australia Qantas Airways mengatakan, pesawat itu membawa 433 penumpang dan 26 awak dan tidak ada laporan cedera.
"Kami hanya menunggu laporan," kata juru bicara sebuah AFP. "Pada tahap ini ada pasti sudah tidak ada kecelakaan,"katanya.
Penerbangan komersial A380 pertama yang dioperasikan oleh Singapura Airlines pada rute Singapura-Sydney pada Oktober 2007.(AFP/ls/CNA/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
