
Tim SAR Gabungan kembali temukan 2 jenazah korban pesawat ATR

Makassar (ANTARA) - Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah tidak utuh korban TR 42-500 dengan nomor PK-THT yang mengangkut 10 orang setelah mengalami kecelakaan menabrak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
"Saya ingin sampaikan bahwa sampai hari ini telah ditemukan dua korban dalam bentuk jenazah dengan body part (potongan tubuh), total ada sembilan pak," ujar Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, Kamis.
Setelah ditemukan oleh tim SAR gabungan, langkah selanjutnya dilaksanakan evakuasi terhadap sejumlah potongan tubuh jenazah korban dan potongan pesawat. Body part korban nantinya dibawa ke posko DVI Biddokes Polda Sulsel di Makassar.
"Ini sedang proses evakuasi, dan saya sampaikan bahwa kita telah temukan body part, baik itu pesawat maupun anggota tubuh," paparnya kepada awak media di Kantor Basarnas Kawasan Bandara Hasanudin.
Kendati demikian, pihaknya belum memastikan apakah sembilan body part yang ditemukan tim di lokasi kejadian merupakan bagian tubuh korban pesawat nahas itu atau bukan.
"Soal jumlah body part itu nanti, apakah benar-benar sembilan korban atau bagaimana. Nanti dari DVI yang bisa jelaskan," tutur mantan Asisten Personal Panglima TNI ini.
Secara terpisah, informasi berbeda diterima dari Posko SAR AJU Tompobulu Pangkep yang disampaikan Ops Kodam XVI/Hasanuddin Kolonel Dody Triyo Hadi bahwa data hasil temuan korban pesawat ATR sebanyak enam orang.
"Melaporkan, tadi tim elang satu sampai elang lima, melaporkan sampai pukul 10.46 WITA, ada enam jenazah yang lokasinya tersebar di radius 50 meter dari yang (korban) ditemukan pertama, dan posisi dari puncak kurang lebih 250 meter," katanya.
Saat ini jenazah korban yang ditemukan tim SAR gabungan sedang dalam proses evakuasi. Evakuasi jenazah menggunakan teknik jetring rescuer atau pengangkatan dari jurang ke puncak Gunung Bulusaraung.
"Personel Basarnas sudah siap dari puncak. Kita doakan bersama, prosesnya bisa lancar, sehingga seluruhnya diangkat menuju puncak. Dari puncak nanti kita evakuasi ke posko, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," katanya.
Ia menyebut operasi SAR hari keenam ditemukan delapan korban dengan satu potongan tulang lengan. Posisi ditemukan kurang lebih di bawah arah selatan dari posisi jenazah pertama ditemukan kurang lebih seratus meter ke bawah.
"Dilaporkan kondisinya membesar (membengkak), sehingga tim di depan sulit untuk mengenali. Tapi, terlihat bagiannya (tubuh) besar. Kita menggunakan tim rescuer vertikal rescue (di bawah), di atas teknik jetring. Dari Medan ini berhasil, karena ada enam korban yang harus kita angkat," ujarnya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan hak keluarga Anumerta Deden Maulana terpenuhi, termasuk beasiswa anak, asuransi dan merekrut istri mendiang di institusi tersebut."Pak Menteri berpesan untuk putranya, akan diberikan beasiswa sampai perguruan tinggi," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono (Ipunk) dalam upacara penghormatan terakhir di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta, Kamis.
Pung juga memastikan pihaknya merekrut istri Deden, Vera menjadi pegawai KKP untuk melanjutkan kinerja sang suami.
Dia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Deden saat menjalankan tugas negara dalam melaksanakan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah perairan Republik Indonesia.
Dia menyampaikan bahwa tugas mereka terbilang berat dan penuh risiko di lapangan. Karena itu, pihaknya selalu mendampingi dalam operasi di udara maupun laut.
Dia atas nama pribadi dan keluarga besar Direktorat Jenderal PSDKP khususnya serta Kementerian Kelautan dan Perikanan pada umumnya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasanya selama menjalankan tugasnya.
Upacara persemayaman dimulai pukul 10.36 WIB sebagai tanda jasa kepada mendiang dengan diberikan pangkat Anumerta. Deden akan dimakamkan di Kota Garut, Jawa Barat.
Jenazah Deden Maulana ditemukan Tim SAR gabungan dalam operasi SAR pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 300 meter, setelah pesawat nahas itu jatuh akibat menabrak gunung tersebut pada Sabtu (17/1) siang.
Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berjenis kelamin laki-laki akhirnya teridentifikasi atas nama Deden Maulana setelah tes post mortem dan antre mortem di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jalan Kumala Makassar, Rabu malam.
Korban diketahui sebagai pegawai bidang pengelola barang milik daerah di KKP yang turut menjadi penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: SAR Gabungan kembali temukan dua jenazah korban pesawat ATR
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
