
KNKT: Debu Merapi Tidak Ganggu Penerbangan Sumatra

Batam (ANTARA News) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyatakan bahwa debu letusan Gunung Merapi di Jawa tidak akan mengganggu penerbangan Sumatra dan Singapura ke berbagai kota di Indonesia dan Australia.
"Debu Merapi tidak sampai Singapura dan Sumatra," kata Senior Invetigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Prita Widjaja di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, di sekitar Gunung Merapi, angin bertiup ke arah selatan dan barat daya, sehingga tidak akan sampai ke Sumatra.
Menurut dia, angin dari Jawa selalu bertiup ke arah selatan, Laut Hindia, tidak pernah ke arah Sumatra.
"Kalau lihat di 'globe', arah angin selalu ke Lautan Hindia, tidak ke Singapura," kata dia.
Singapura pernah melakukan penutupan penerbangan ke berbagai daerah di Indonesia, kata dia, itu karena pencitraan yang dilakukan Singapore Airlines, bukan dengan alasan keselamatan.
"Mereka tahu itu, debu Merapi tidak akan masuk ke dalam kabin pesawat," kata dia.
KNKT, kata dia, tidak pernah melarang terbang dengan alasan debu letusan Gubung Merapi, melainkan peringatan.
Sementara itu, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang penutupan Bandara Adisucipto, Yogyakarta hingga 15 November 2010, menyusul krisis Gunung Merapi akhir-akhir ini.
"Mulai 8 November 2010, kami putuskan untuk menutup Bandara Adisucipto hingga 15 Nopember. Jadi, per minggu akan ditinjau," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay.
Menurut Herry, keputusan itu juga untuk memberikan kepastian kepada maskapai penerbangan agar mempersiapakan diri terhadap rencana penerbangan harian dan lainnya.
"Pesawat yang tidak tidak terpakai ke rute Yogyakarta, bisa untuk rute lain," katanya.
(Y011/A035/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
