
Bupati Karimun Hanya Cuti Saat Kampanye

Karimun (ANTARA News) - Nurdin Basirun dan Aunur Rafiq, pasangan pejabat kini yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Karimun, Provinsi Kepulauan Riau cukup mengajukan cuti saat berkampanye, kata Ketua KPU Karimun Zulfikri.
''Pasangan ''incumbent'' tidak harus cuti selama tahapan kampanye umum. Cukup pada hari berkampanye dan setelah itu dapat kembali bertugas,'' katanya di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Zulfikri mengatakan, pasangan pejabat kini atau harus mengajukan cuti kepada gubernur yang ditembuskan kepada KPU.
''Tembusan itu sudah harus kami terima sehari sebelum berkampanye,'' katanya.
Selama mengambil cuti, lanjut dia, semua urusan pemerintahan harus dilepaskan pasangan incumbent, termasuk fasilitas yang diberikan negara karena jabatannya.
Secara terpisah, Sekretaris Daerah Anwar Hasyim mengatakan, 'pasangan incumbent' Nurdin Basirun-Aunur Rafiq telah mengajukan permohonan cuti kepada gubernur.
''Permohonan cuti keduanya sudah disampaikan, namun realisasinya hanya saat berkampanye. Kalau keduanya berkampanye satu hari, maka izin cutinya cukup satu hari,'' katanya.
Dia menambahkan, selama cuti, keduanya dibebaskan dari tugas-tugas kepemerintahan dan fasilitas yang diberikan kepada keduanya juga tidak boleh digunakan.
Kampanye umum Pilkada Karimun dimulai 19 Desember 2010. Dua pasangan calon dipastikan akan bersaing dalam pemungutan suara 5 Januari 2011, yaitu pasangan 'incumbent' Nurdin-Rafiq dan Syamsuardi-Syuryaminsyah.
Keduanya ditetapkan sebagai pasangan calon yang ditandai dengan nomor urut peserta Pilkada, Syamsuardi-Syuryaminsyah mendapatkan nomor urut satu dan Nurdin-Rafiq nomor urut dua.
Bagi Syamsuardi-Syuryaminsyah, selain mengajukan cuti kampanye, keduanya diwajibkan mengundurkan diri jabatan struktural yang disandang keduanya.
Syamsuardi-Syuryaminsyah telah dibebastugaskan sebagai Asisten III Setkab Karimun dan Kepala Dinas Pariwisata setelah dinyatakan lolos sebagai pasangan calon. (ANT-028/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
