
Program BUP Karimun Akan Dipresentasikan ke BPPT

Karimun (ANTARA News) -- Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, diundang oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mempresentasikan program kerja Badan Usaha Pelabuhan Karimun.
"Besok (Selasa 23/11) saya akan ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk memaparkan secara rinci tentang Badan Usaha Pelabuhan (BUP)," ucap Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Karimun, Cendra Nawazir, di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Cendra menjelaskan, pendirian Badan Usaha Pelabuhan Karimun tahun 2008, merupakan upaya Pemkab Karimun untuk menggali sumber pendapatan asli daerah dari sektor jasa, khususnya di bidang kepelabuhanan.
"Mengingat wilayah Karimun merupakan kepulauan dan berbatasan langsung dengan jalur perdagangan tersibuk di dunia, yakni Selat Malaka. Selain itu, berbatasan langsung dengan dua negara tetangga Singapura dan Malaysia. Jadi sudah selayaknya jasa kepelabuhanan dibidik menjadi salah satu sumber PAD," jelasnya.
Menurut dia, dengan kondisi yang masih serba terbatas, hingga November tahun 2010 BUP Karimun sudah bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp10 miliar.
"Kedepan keberadaan BUP Karimun akan disiapkan sebagai operator pelabuhan tujuh pelabuhan yang ada di Karimun, bila itu terwujud diharapkan sektor maritim bisa mengantikan sektor tambang yang sampai saat ini masih menjadi penyumbang PAD terbesar," tuturnya.
Lebih lanjut dia memaparkan untuk membangun sektor maritim di suatu wilayah bisa efektif bila dilakukan oleh lintas sektoral dan terpadu
"Jika tidak, sulit mengandalkan sektor maritim sebagai sumber PAD terbesar," paparnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pascapresentasi tersebut program BUP Karimun, akan diadopsi oleh Pemkab Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.
"Kondisi wilayahnya juga terdiri dari kepulauan dan strategis sebagai jalur pelayaran alternatif perdagangan internasional," katanya. (ANT-HAM/M012/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
