
BPS: Kunjungan Wisman ke Kepri Naik

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik menyatakan, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau Oktober 2010 sebanyak 117.562 orang, naik 3,85 persen dibanding satu bulan sebelumnya yang mencapai 113.207 orang.
Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Said Syafri, di Tanjungpinang, Kamis mengatakan, wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke wilayah tersebut pada Oktober 2010 juga mengalami kenaikan 5,45 persen bila dibanding Oktober 2009.
"Konstribusi jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri terhadap jumlah seluruh wisman yang berkunjung ke Indonesia selama Oktober 2010 adalah 19,77 persen. Jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia tercatat 594.654 orang," ungkapnya.
Peningkatan kunjungan wisman selama Oktober 2010 disebabkan naiknya jumlah kunjungan wisman pada pintu masuk di Kabupaten Bintan sebesar 9,70 persen, Kabupaten Karimun 8,26 persen, dan Kota Batam 3,59 persen. Sebaliknya, jumlah kunjungan wisman ke Tanjungpinang pada saat itu mengalami penurunan hingga 13,74 persen.
"Jumlah wisman ke Tanjungpinang pada Oktober 2010 sebanyak 7.237 orang, sedangkan satu bulan sebelumnya mencapai 8.390 orang," ujarnya.
Said mengatakan, wisman berkebangsaan Singapura masih menempati urutan pertama terbanyak mengunjungi Kepri, selama Oktober tercatat sebanyak 61.036 orang atau 51,92 persen dari jumlah wisman yang berkunjung ke daerah ini, naik 2,36 persen dibanding September.
Demikian juga wisatawan dari Malaysia yang berkunjung ke Kepri juga naik 5,72 persen menjadi 17.000 orang. Wisman asal Malaysia menempati urutan kedua terbanyak mengunjungi Kepri selama Oktober 2010 dengan konstribusi 14,46 persen.
Sedangkan wisatawan dari negara lainnya yang berkunjung ke Kepri selama Oktober 2010 konstribusinya tidak mencapai 5 persen, seperti wisatawan Korea Selatan, China, India, Filipina, Jepang, Inggris, Australia, dan Amerika. (ANT-NP/S004/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
