
Dasco: Sandiaga masih kader Gerindra

Jakarta (ANTARA) - Sandiaga Uno sampai kini masih menjadi kader Partai Gerindra. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2023). Hal itu dikatakannya di tengah isu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melirik Sandiaga untuk diduetkan dengan Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
“Pak Sandi masih kader Gerindra dan Wakil Ketua Dewan Pembina di Partai Gerindra,” kata Dasco.
Dia menilai, PKS belum berkomunikasi secara resmi dengan Sandiaga terkait wacana duet dengan Anies.
Dasco mengungkapkan, sebagai kader Partai Gerindra, Sandiaga pasti akan mengomunikasikan terlebih dahulu kepada Ketua Umum Partai Gerindra, apabila akan melakukan pembicaraan dengan partai politik lain menyangkut pencapresan.
“Sampai saat ini belum terjadi. Jadi, saya tidak bisa berkomentar lebih jauh,” tuturnya.
Sebelumnya, Juru Bicara PKS, Muhammad Iqbal, menyatakan Sandiaga Uno berpeluang diusung sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan.
Diketahui, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 s.d 25 November 2023.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.
Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dasco tegaskan Sandiaga masih Gerindra meski diisukan dampingi Anies
Pewarta : Melalusa Susthira Khalida
Editor:
Fery Heriyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
