Logo Header Antaranews Kepri

Pedagang: Cabai Merah Bintan Cepat Busuk

Rabu, 8 Desember 2010 15:06 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Beberapa pedagang Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau menolak menjual cabai merah asal Kabupaten Bintan, karena cepat membusuk.

Pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Tanjungpinang, Upik (43), Rabu, mengatakan, pedagang lebih tertarik menjual cabai merah asal Pulau Jawa karena tidak cepat busuk.

"Kami pernah menjual cabai merah asal Bintan, namun tidak bertahan lama sehingga merugia," kata Upik.

Menurut dia, rasa cabai merah dari Bintan memang lebih disukai masyarakat Tanjungpinang, ketimbang cabai asal Pulau Jawa karena lebih pedas dan segar, namun hanya bertahan sehari.

"Cabai rawit asal Bintan memiliki kualitas yang bagus, namun harganya lebih mahal dibanding cabai rawit asal Pulau Jawa," katanya.

Pedagang terpaksa menjual cabai merah asal Pulau Jawa agar tidak mengalami kerugian. Lagi pula, kata dia, harga cabai merah asal Bintan dan Pulau Jawa relatif sama, meski jarak kedua daerah berdekatan.

"Cabai merah dari Tanjungpinang selalu muncul bercak hitam, kemudian membusuk," ungkapnya.

Harga cabai merah asal Pulau Jawa berubah setiap hari. Hari Rabu pedagang menjual cabai merah eceran Rp38.000/Kg, turun Rp12.000 dibanding kemarin.

"Baru hari ini turun harga setelah tiga hari bertengger pada harga Rp50.000/Kg," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bintan Kartini, mengemukakan, harga cabai merah dan rawit di Bintan dipengaruhi harga yang ditetapkan petani di Pulau Jawa.

Cabai merah dan cabai rawit yang dijual petani Bintan memiliki kualitas yang baik sehingga dapat bersaing dengan sayur-mayur yang berasal dari Pulau Jawa.

Petani di Bintan tidak dapat fokus mengembangkan salah satu jenis sayur-mayur, karena dikhawatirkan akan mengalami penurunan harga yang menyebabkan kerugian. Karena itu, petani menanam berbagai jenis sayur-mayur dalam satu kawasan pertanian.

"Konsumen terbesar yang menikmati sayur-mayur asal Bintan adalah masyarakat Tanjungpinang," ungkap Kartini. (ANT-NP/S019/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026