
Wamendag pantau harga bapok di Batam: cabai rawit Jadi catatan jelang Lebaran

Batam (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, melakukan peninjauan langsung ke Pasar Tradisional Summerland di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (9/3/2026). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1477 H.
Wamendag menyampaikan bahwa secara umum harga komoditas di Batam masih terkendali, bahkan beberapa di antaranya berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).
"Kami hari ini meninjau Pasar Tradisional Summerland untuk memantau harga bahan pokok. Karena sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perdagangan aktif mengunjungi berbagai daerah," ujar Dyah Roro Esti di Batam.
Beberapa komoditas yang dipantau antara lain cabai rawit sekitar Rp60 ribu per kilogram, cabai merah Rp80 ribu per kilogram, bawang merah Rp32 ribu per kilogram, serta bawang putih sekitar Rp38 ribu per kilogram.
Baca juga: BI Kepri catat transaksi penjualan UMKM di "KURMA 2026" capai Rp2,54 miliar
“Kami melihat beberapa komoditas seperti bawang merah dan bawang putih bahkan jauh di bawah harga acuan. Minyakita dan beras juga masih di bawah harga acuan dengan stok yang cukup,” ujarnya.
Selain itu, harga daging sapi beku impor Australia tercatat sekitar Rp130 ribu per kilogram, sementara daging ayam beku dijual sekitar Rp42 ribu per kilogram dan ayam segar sekitar Rp45 ribu per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar Rp12.500 per kilogram.
Dyah juga mengapresiasi pengelolaan Pasar Summerland yang dinilai telah memenuhi standar pasar nasional setelah memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
Baca juga: Mendagri apresiasi pelaksanaan KURMA jadi ajang pemberdayaan UMKM di Kepri
Selain itu, pasar tersebut dinilai telah melakukan upaya digitalisasi transaksi melalui penggunaan QRIS, namun tetap memberikan pilihan pembayaran tunai bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi karena pasar ini sudah mendapatkan sertifikat SNI. Digitalisasi juga sudah berjalan dengan adanya pembayaran QRIS, namun tetap menerima pembayaran tunai,” katanya.
Ia berharap Pasar Summerland dapat menjadi contoh bagi pengelolaan pasar rakyat di daerah lain dalam menjaga kebersihan, tata kelola, serta stabilitas harga komoditas.
Meski demikian, Dyah mengakui terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di sejumlah wilayah lain, salah satunya cabai rawit.
“Kenaikan harga cabai rawit terjadi di beberapa daerah seperti di sini dan juga di Tangerang Selatan. Ini menjadi catatan bagi kami untuk terus memantau pergerakan harga di berbagai daerah,” katanya.
Sebagai informasi, cabai rawit di Kota Batam pada harga normal berkisar di Rp40 ribu hingga Rp57 ribu namun terpantau di pasar tersebut di kisaran Rp60 ribu per kilogram.
Baca juga:
Mendagri dorong pemerataan ekonomi di seluruh Kepri
Prakiraan Cuaca Kepri Senin 9 Maret: Batam hingga Anambas Didominasi Berawan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamendag pantau harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Batam
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
