
Pelni Tambah Angkutan Natal dan Tahun Baru

Batam (ANTARA Nes) - PT Pelayaran Nasional Indonesia menambah kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2010 dari terminal Pelni Beton Sekupang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
"Terdapat satu kapal tambahan untuk tujuan Medan dan Jakarta," kata Manajer Pelni Batam, Rudi Penturi, di Batam, Jumat.
Dia mengatakan, kapal yang diperbantukan tersebut adalah KM Ceremai dan akan diberangkatkan dari Batam tujuan Belawan, Medan, pada Kamis, 21 Desember 2010.
KM Ceremai yang biasanya tujuan Kawasan Timur Indonesia menurut dia, diperbantukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang karena diperkirakan tidak bisa diangkut oleh KM Kelud yang biasa melayani jalur Batam Kepulauan Riau-Belawan Sumatra Utara.
"Diperkirakan penumpang KM Kelud dari Batam meningkat, sehingga dilakukan 'ekstra line' untuk mengangkut penumpang," kata dia.
Ia memperkirakan kapal tersebut dapat mengangkut sekitar 700-1.000 penumpang dari Batam.
"Kapal datang dari Jakarta sudah isi, dan sebagian penumpang sudah turun,
jadi kemungkinan bisa mengangkut 700-1.000 penumpang," kata dia.
Saat ini, Pelni dan agen penjualan tiket lainnya mulai menjual karcis KM Ciremai tujuan Belawan yang berangkat 23 Desember 2010.
Pelni tidak menaikkan harga saat menjelang Natal dan Tahun Baru, dan tiket dapat dibeli dalam kisaran Rp150.000 hingga Rp600.000.
Mengenai arus balik, ia mengatakan Pelni juga menyediakan kapal tambahan, KM Ciremai.
KM Ciremai akan diperbantukan pada 27 Desember 2010, beberapa saat setelah Natal.
Sementara itu, seorang calon penumpang yang ditemui di depan loket karcir Pelni Batam, Hotman mengatakan mengantre tiket sejak pagi.
"Saya di sini sudah antre sejak jam 8.00 WIB, biar bisa dapat tiket," kata dia.
Ia mengatakan hendak merayakan Natal dan tahun Baru di kampungnya, Medan.
Sekitar 200 orang mengantre di depan loket Pelni untuk mendapat tiket KM Ciremai.
Antrean berlangsung tertib dan tidak ada calo. (Y011/M012/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
