
Peserta Tes CPNS Laporkan PPST-UI Kepada Kemenpan-RB

Tanjungpinang (ANTARA News) - Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Universitas Indonesia dilaporkan kepada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi oleh peserta ujian calon pegawai negeri sipil Pemerintahan Kota Tanjungpinang, Buana Fauzi Februari.
"Saya melaporkan Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Universitas Indonesia (PPST-UI) kepada Kemenpan-RB terkait dugaan rekayasa nilai ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Provinsi Kepulauan Riau," kata Buana yang saat dihubungi berada di Jakarta, Selasa.
Buana mengatakan PPST-UI juga dilaporkannya kepada Deputi Pengawasan Sesneg dan Kepala Badan Kepegawaian Nasional.
"Besok saya lanjutkan laporan kepada ombudsman RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Buana yang terdaftar sebagai peserta ujian CPNS 2010 di Pemkot Tanjungpinang.
Menurutnya, laporan juga telah ditujukan ke Mabes Polri, namun diarahkan ke Polda Kepri karena lokasi ujian berada di wilayah Kepri walaupun terlapor PPST-UI.
"Saya sebagai peserta ujian sangat dirugikan dengan indikasi kecurangan itu. Ujian ulang harus dilakukan agar didapat hasil yang sesungguhnya dan pihak PPST-UI bukan lagi sebagai pemeriksa lembaran ujian," ujarnya.
Menurut dia, dalam penerimaan CPNS Pemerintah Provinsi Kepri terjadi keganjilan sebab ada CPNS yang lulus didua kantor pemerintahan walaupun tidak ikut ujian.
Selain itu, ada peserta yang tidak lulus seleksi administarsi tetapi dinyatakan lulus ujian, serta terjadi perubahan formasi yang tidak sesuai prosedur, dan juga ada dugaan gratifikasi.
"Sangat disayangkan jika PPST-UI melakukan kesalahan itu," katanya.
Kepala BKD Kepri, Reni Yusneli mengatakan, kesalahan yang terjadi pada penerimaan CPNS Kepri dan Tanjungpinang bukan disebabkan oleh BKD, melainkan oleh tim penilai dari Universitas Indonesia.
"Project Manager" PPST-UI, Muhammad Thariq Manti yang dihubungi dari Tanjungpinang mengakui ada beberapa nama yang telah dibatalkan kelulusannya karena tidak hadir saat ujian.
"Karena nama dan tempat tanggal lahir yang didaftarkan sama, maka sistem kami mengenali dan mengeluarkan nilai ujian orang tersebut," katanya.
Namun, dia tidak menjawab ketika ditanya nilai peserta yang lulus didua pemerintahan dengan nama dan tempat tanggal lahir yang sama tersebut berbeda.
"Apa yang diumumkan pemerintah daerah sudah sesuai dengan hasil pemeriksaan kami dan disaksikan perwakilan dari BKN dan Direktorat Pengendalian Kepegawaian," katanya.
Kepolisian Resor Tanjungpinang saat juga sudah memeriksa salah seorang CPNS Ummi Pratiwi yang dinyatakan lulus didua pemerintahan, walaupun ada pembatalan dari PPST-UI.(ANT-029/A013/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
