Logo Header Antaranews Kepri

FPAD Desak Dirut Perusda Karimun Mundur

Jumat, 14 Januari 2011 22:06 WIB
Image Print
Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar (berpeci) menerima massa Forum Peduli Aset Daerah yang berdemo di Gedung DPRD Karimun, Jumat (14/1). (kepri.antaranews.com/istimewa)

Karimun (ANTARA News) - Forum Peduli Aset Daerah berdemonstrasi di Gedung DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat , mendesak Direktur Utama Perusahaan Daerah Usmantono mengundurkan diri atau diberhentikan.

Puluhan orang pengunjuk rasa di halaman Gedung DPRD Jalan Canggai Putri, Kecamatan Tebing membawa spanduk serta pamflet desakan agar Usmantono mengundurkan diri setelah gagal ber kontribusi bagi pendapatan asli daerah terhitung sejak dilantik Maret hingga 31 Desember 2010.

Koordinator I Forum Peduli Aset Daerah (FPAD) Aprilzal dalam orasinya mengatakan Usmantono telah membohongi masyarakat dengan menjanjikan kontribusi Rp1 miliar bagi PAD yang disampaikan saat uji kepatutan dan kelayakan calon Direktur Utama (Dirut) Perusda di DPRD pada Maret 2010.

''Kami juga menduga terdapat penyimpangan. Aset daerah berupa stasiun pengisian bahan bakar umum, pasar, unit air bersih pun tidak jelas laba ruginya,'' ucap Aprilzal.

Dia mengaku mempunyai bukti-bukti penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara.

''Bukti-bukti itu sudah kami serahkan kepada polisi dan jaksa. Kami minta dia mundur atau diberhentikan dan polisi harus mengusut dugaan penyimpangan itu,'' ucapnya.

Demonstrasi yang dikawal puluhan polisi dan Satpol-PP berjalan tertib. Yel-yel teriakan mundur serta pembubuhan tanda tangan menuntut mundur Usmantono mewarnai aksi unjuk rasa.

Pembubuhan tanda tangan tidak hanya dilakukan pengunjuk rasa, tetapi juga dibubuhkan sejumlah anggota dewan, termasuk dewan yang semula mendukung Usmantono saat uji kepatutan dan kelayakan.

''Saya termasuk mendukung Usmantono, tapi sekarang mendukung tuntutan pengunjuk rasa,'' kata anggota dewan dari PDI Perjuangan Zainuddin Ahmad.

Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar saat menerima para demonstran mengatakan akan menindaklanjuti tuntutan tersebut.

''Pernyataan yang disampaikan akan dibahas Komisi B,'' ucapnya.

Terkait tuntutan agar Ketua Badan Pengawas Perusda Anwar Hasyim menemui pengunjuk rasa, Raja Bakhtiar mengatakan Anwar Hasyim tidak dapat hadir.

''Badan Pengawas telah mengiriman surat ke DPRD bahwa Bupati Nurdin Basirun telah membentuk tim untuk mengevaluasi kinerja Perusda,'' katanya.

Beberapa perwakilan pengunjuk rasa kemudian menggelar dialog pimpinan dan sejumlah anggota dewan.

Dalam pertemuan tersebut, pendemo mengancam akan kembali berunjuk rasa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Massa membubarkan diri setelah dewan berjanji secepatnya menindaklanjuti tuntutan FPAD yang terdiri atas gabungan organisasi pemuda dan lembaga swadaya masyarakat. (ANT-RD/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026