Logo Header Antaranews Kepri

Tiga PMA Tertarik Investasi di Pulau Janda Berhias

Senin, 7 Februari 2011 16:06 WIB
Image Print
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, (kepri.antaranews.com/jo seng bie)

Batam 7/2 (ANTARA News) - Tiga perusahaan penanam modal asing (PMA) tertarik menanamkan modal di Pulau Janda Berhias yang kini ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas, masuk dalam FTZ Batam.

"Sudah ada tiga investor yang tertarik di Pulau Janda Berhias," kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, usai pengukuhan keanggotaan Badan Pengusahaan FTZ Batam, Bintan dan Karimun, Senin.

Ia mengatakan di antara perusahaan itu, di antaranya berasal dari China. "Yang dari China bahkan sudah survei ke sana," kata dia.

Perusahaan China tertarik untuk mendirikan kilang minyak di pulau yang berdekatan dengan Singapura.

Menurut dia, perusahaan asing mulai tertarik menanamkan modal di pulau pesisir Kota Batam mengingat lahan di pulau utama sudah habis.

Ia menyatakan memang masih ada beberapa pulau yang terintegrasi dalam Jembatan Barelang yang ditetapkan sebagai FTZ. Namun, kata dia, belum dapat dibangun karena masih dalam status quo antara BP Batam dan Pemkot Batam.

Selain Pulau Janda Berhias, Pulau Kepala Jeri juga diminati penanam modal untuk pengembangan ternak, kata dia.

Hal senada dikatakan Ketua Dewan Kawasan FTZ BBK, Muhammad Sani, yang menyatakan lahan FTZ Batam telah habis dan dibutuhkan lahan selain di pulau utama.

"Lahan di Batam sudah habis, maka diperlukan lahan lain," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat menetapkan Pulau Janda Berhias masuk dalam FTZ Batam.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan masuknya Pulau Janda Berhias dalam FTZ melalui kajian mendalam pemerintah.(Y011/A027/Btm2)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026