
Buah Naga Karimun Belum Terpengaruh Hujan Deras

Karimun (ANTARA News) - Panen buah naga di Desa Pangke, Kecamatan Meral, belum terpengaruh tingginya curah hujan yang sejak awal Januari 2011 melanda wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
''Musim hujan belum mempengaruhi masa panen buah naga,'' kata Lie Chen, pekebun buah naga Desa Pangke ketika ditemui di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Lie Chen mengatakan, tujuh hektare lahan tanaman buah naga miliknya masih aman dari genangan air walaupun beberapa desa di Pulau Kundur dan daerah lain kebanjiran akibat tingginya curah hujan.
''Curah hujan memang tinggi. Namun, pekerja pelaporkan lahan kami aman dari banjir karena berada di ketinggian,'' ucapnya.
Menurut dia, lahan buah naga tidak boleh terendam air karena buahnya bisa busuk, selain itu juga tidak boleh kering karena tanaman sejenis kaktus dengan nama latin ''Hylocereus Undatus'' itu membutuhkan pengairan yang cukup.
''Kadar airnya cukup karena buahnya menyerap banyak air,'' ucapnya.
Dia menuturkan, masa panen buah naga tidak mengenal musim. Setiap bulan dia panen buah naga miliknya berkisar antara tiga hingga lima ton dengan pangsa pasar lokal serta Pekanbaru, Palembang dan Medan.
Harga jual, kata dia, berkisar antara Rp25.000-Rp30.000 per kilogram.
''Buah naga yang kami kembangkan termasuk berkualitas tinggi,'' katanya.
Lie Chen merupakan satu-satunya petani yang menanam buah naga di Karimun. Dia berencana akan memperluas areal penanaman dengan mendatangkan bibit unggul dari Malaysia.
''Kami menyarankan ada petani lain yang ikut mengembangkan komoditas ini. Peluang pasarnya sangat bagus,'' katanya.
(ANT-RD/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
