Peringati Hari Desa 2026, Pemkab Natuna gelar bazar produk lokal

id Hari desa nasional,Natuna,Kepri,Perbatasan,Buah lokal

Peringati Hari Desa 2026, Pemkab Natuna gelar bazar produk lokal

Produk lokal Kabupaten Natuna, Kepri, di bazar Peringatan Hari Desa Nasional di Kecamatan Bunguran Timur Laut pada Kamis (15/1/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau menggelar bazar produk lokal, buah-buahan lokal dan atraksi seni tradisional pada Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di wilayah perbatasan tersebut.

Wakil Bupati Natuna Jarmin di Natuna, Kamis, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut itu merupakan momentum memperkenalkan hasil bumi dan kerajinan tangan masyarakat Natuna.

Menurut dia, Peringatan Hari Desa pada 15 Januari juga menjadi momen penting untuk menjaga dan melaksanakan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat.

"Desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan dan fondasi kemajuan daerah," ucap dia.

Baca juga: Pemkab Natuna fokuskan premi JKN segmen PBPU Pemda kepada warga desil 1 hingga 5

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Natuna, Suhardi mengatakan kegiatan bazar dalam rangka memperkenalkan produk dan buah lokal dari setiap desa.

Di bazar dijual berbagai macam kue, keripik, kerupuk dan makanan khas wilayah itu serta buah lokal yang mencakup durian, rambutan serta jenis lainnya.

Selain itu, kegiatan juga bertujuan memperkenalkan atraksi seni asal Natuna kepada masyarakat dan tamu undangan.

"Kami juga melaksanakan Upacara Peringatan Hari Desa Nasional, total peserta pada kegiatan itu sekitar 35 desa," ucap dia.

Baca juga: Pemkab Natuna berhasil bayar 80% hutang ke pihak ketiga

Ia menjelaskan kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat tidak semua desa bisa berpartisipasi merayakan Peringatan Hari Desa di Desa Tanjung.

Meski demikian, lanjut dia, semangat untuk membangun dari desa tetap dilakukan oleh desa yang tidak ikut dalam kegiatan.

Pemilihan Kecamatan Bunguran Timur Laut, sebagai tempat kegiatan, lanjut dia, karena kecamatan itu memiliki desa terbanyak se-kabupaten, yakni kurang lebih tujuh desa.

"Desa kita total ada 70. Beberapa desa tidak bisa berpartisipasi karena kondisi cuaca, sebab beberapa desa berada di pulau-pulau," ujar dia.

Baca juga: Disdamkarmat bersama TNI dan Polri padamkan kebakaran hutan di Semitan

Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE