
Presiden Tiba di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, Minggu sore, tiba di Jakarta setelah kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau dan
kunjungan kenegaraan ke Brunei Darussalam.
Pesawat khusus kepresidenan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 14.30 WIB, setelah melakukan penerbangan selama sekitar satu jam dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Yudhoyono berada di Provinsi Kepulauan Riau sejak 25 Februari 2011. Tanjungpinang dan
Kabupaten Bintan menjadi pusat kegiatan presiden dalam kunjungan kerja itu.
Presiden menyaksikan pemberian bantuan langsung kepada masyarakat di Tanjungpinang.
Bantuan itu antara lain berbentuk kredit usaha rakyat, bantuan sosial, dan program nasional
pemberdayaan masyarakat.
Ia juga melakukan kunjungan kerja ke Lagoi, Kabupaten Bintan untuk meresmikan pembangunan
kawasan ekonomi terpadu Pesona Lagoi Bintan.
Sebelum ke Provinsi Kepulauan Riau, presiden dan Ani Yudhoyono beserta rombongan melakukan
kunjungan kerja ke Brunei Darussalam.
Dalam kunjungan kenegaraan itu, presiden diterima langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah.
Pemerintah kedua negara sepakat untuk menjalin kerjasama di berbagai bidang, antara lain
pertanian, perikanan, pertahanan, industri, perdagangan, dan ketenagakerjaan.
Kelautan
Ketika menyertai Presiden di Tanjungpinang, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa
mengatakan percepatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau harus dipacu agar bisa
bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Hatta mengatakan, selain itu juga harus ada program-program khusus di Kepri, mengingat
terletak di daerah perbatasan bagian utara Indonesia.
"Kepulauan Riau (Kepri) tidak boleh terlalu jauh perbedaannya dengan negara tetangga, untuk
itu seperti yang dibilang Presiden, bahwa percepatan pertumbuhan di Kepri harus dipacu," kata
Hatta.
Ia menilai pengembangan sektor kelautan dan perikanan sudah sangat tepat dilakukan di Kepri
untuk percepatan pertumbuhan ekonomi selain kota industri dan kawasan perdagangan dan
pelabuhan bebas (FTZ).
Gubernur Provinsi Kepri, HM Sani mengatakan sektor kelautan dan perikanan merupakan program
unggulan yang mulai digarap pada 2011.
"Potensi Kepri dengan 96 persen laut sangat mendukung program peningkatan pertumbuhan ekonomi dari sektor kelautan dan perikanan selain kawasan industri," kata Sani.
Menurut dia, walaupun saat ini pertumbuhan ekonomi Kepri sudah cukup tinggi sebesar 7,21
persen pada tahun 2010, namun belum bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh lapisan
masyarakat.
"Sektor kelautan dan perikanan diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir,"
ujarnya.
Gubernur mengatakan, kawasan industri kelautan dan perikanan direncanakan di tiga daerah,
yaitu di Lingga, Natuna dan Kepulauan Anambas.
(F008/D011/ANT-NP/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
